EVENT

Rock Anthem–Medan Rock Festival Sukses Mengayun Emosi Penonton

p_20161210_225418

fokusmedan : DeadSquad, pengusung brutal metal menandai puncak hari kedua pergelaran music rock Rock Anthem–Medan Rock Festival-I, di Padede Hall Medan, Minggu (11/12).

Event panggung music rock terbesar di Medan dalam jumlah band pengisi (40 band lokal dan 2 band tamu) ini berlangsung sukses kendati penonton tidak sampai membludak.

“Secara konsep yang kami presentasikan sudah terealisasasi dengan sangat perfect. Lighting, soundsystem, dekorasi, semua terealisasi dengan pas dan luar biasa. Semua berkat kerja keras tim,” kata promotor acara, Ira Marian Sukma, dalam rilis kepada fokusmedan.com, Selasa siang.

Ira menganggap event ini sukses di mana impiannya untuk membangun konsep ini (Rock Anthem) sebagai perhelatan music rock Medan menjadi kenyataan.

Konser Rock Anthem berlangsung sejak Sabtu (10/12) sore sekitar pukul 3. Pada hari pertama band yang tampil bergantian, tercatat Roni & The Bangsath, Produksi Dendam, Emosi Bangsa, Muntah Kawat, Born, Warface, Liberty Gong, Diferencia, Soalagogo, Dispencer, Syuthay, Lini Masa, Trigger Anger, Stand Up Please, Uzzy X The Brothers, Anak Bawang, Last Human, Everyday is Holiday, First Blood for Glory, Youth Different, Punch Hero, Sunaset Bluesbite, Cranium dan Finger Print.

Band tamu The Flowers yang tampil sebelum Fingerprint memberikan suguhan rock n roll yang memikat setelah band Sunset Bluesbite mengayun emosi penonton lewat lagu lagu blues rock.

Sedangkan pada hari kedua penyelenggaraan, Minggu (11/12) terdiri dari Relix, Peace Band, In Zillion Illusion (IZI), Not Xmprewell, Pargochy, Manifesto, Pipet, Spinac Popeye, Gumarapus, Depresi Demon, Imperium of Detonator, HRJ Vintage Glasses, Zevina, Jagermonster, Sendogarpu, Seatle Smile, Bitter Sweet.

Ira Marian didampingi Ipeh selaku penggagas acara, Domi dan Diurnanta menyebutkan Rock Anthem tak berhenti disini.

“Rencana berikut kami tetap semangat, tetap akan maju tahun depan dengan konsep yang lebih matang. Jangan heran kalau nanti ada Medan Rock fest Tour ke Bandung, Malang, Makasar dan kota lain. Kita bawa band band terbaik di sini ke sana,” paparnya.

Mengenai jumlah penonton yang tak sampai membludak, menurut Ira hal itu tak lepas dari eksistensi band Medan sendiri yang ternyata belum mampu menarik massa seperti band band rock Medan di era 90-an dulu.

“Ini pembelajaran juga, jangan heran jika EO (event organizer) masih mengandalkan band band nasional kalau bikin acara berbayar karena tampaknya band Medan belum bisa memanggil massa atau fans untuk menonton band lokal,” pungkas Ira yang juga seorang musisi dari grup IZI di era 90-an.(yaya)