Perkenalkan tenunan khas Sumut, IFC bersama Dolling School gelar fashion show

fokusmedan : Pemerintah Provinsi Sumut mengapresiasi dan mendukung kegiatan fashion show Indonesian Fashion Chamber atau IFC Chapter Medan bersama Dolling School of Fashion Design.

“Kegiatan ini akan menambah nilai jual dan semakin mengenalkan ulos Sumut dan bahan tenunannya,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut, Alwin di Medan.

Hal itu dikatakannya saat mewakili Gubernur Sumut HT Erry Nuradi ketika membuka Medan Fashion Trend atau MFT 2017 yang menampilkan karya delapan desainer dengan 100-an karya mulai dari gaun glamor hingga busana muslim.

Menurutnya, Sumut yang memiliki 33 kabupaten/kota masing-masing memiliki bahan tenunan khas tersendiri sehingga kalau dijadikan pakaian dan lainnya, maka bukan hanya akan melestarikan hasil kebudayaan, tapi juga menambah nilai jual bahan tenunan sehingga perajin semakin sejahtera.

“Sumut sebagai salah satu destinasi utama wisata Indonesia memang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,”katanya.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Hj Evi Diana Erry Nuradi menyebutkan gelaran fashion show khususnya dari atau modifikasi dari bahan tenunan menunjukkan kekayaan budaya/etnis di Sumut.

“Fashion show IFC Medan diharapkan semakin memajukan kebudayaan dan pariwisata serta perekonomian Sumut,” katanya.

Chair Women IFC Chapter Medan, Nilawaty Iskandar dalam keterangannya kepada fokusmedan.com menyebutkan, MFT yang digelar Sabtu malam merupakan yang ke empat kalinya dengan tema-tema yang berbeda, Menurut Nilawaty Iskandar yang juga Pemimpin Dolling School of Fashion Design, kegiatan itu bertujuan meningkatkan industri kreatif di Sumut.

“IFC Chapter Medan komitmen untuk terus mengenalkan karya desainer Sumut dengan harapan dikenal secara nasional dan bahkan internasional,” lanjutnya, Selasa (24/10).

Advisory IFC Chapter Medan, Saurma MGP Siahaan menyebutkan, “fashion show” yang merupakan bagian dari industri kreatif harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

“Industri kreatif seperti fashion show banyak memberi manfaat positif mulai mempertahankan dan mengenalkan kebudayaan daerah dan Indonesia secara keseluruhan, juga meningkatkan perekonomian masyarakat,” ucapnya.

Dengan adanya fashion show, kata dia, maka industri benang/kain dan hasil tenunan dan produk ikutan lainnya akan berkembang.

Fashion show juga akan memberi kesempatan luas bagi desainer menampilkan karyanya di tengah target Indonesia menjadi salah satu “kiblat” mode pakaian dunia.

Saurma menegaskan, MFT diharapkan menjadi agenda tahunan kepariwisataan Sumut.

Karya desainer di MFT termasuk perancang dari siswa Dolling yang ditampilkan Sabtu malam menarik perhatian para tamu dari berbagai kalangan.

Karya Nilawaty Iskandar yang memadukan bahan ulos misalnya menarik perhatian besar dari Ketua Dekranasda Sumut, Evi Diana Erry Nuradi dan sejumlah pejabat dan eksekutif sejumlah perusahaan.(ril)