500 Telur penyu dari 5 sarang di Kepulauan Derawan raib dijarah

fokusmedan : Penjarahan telur penyu kembali terjadi di Pulau Sangalaki, kepulauan Derawan, Berau, Kalimantan Timur. Sekitar 500 telur penyu di 5 sarang kembali raib dicuri warga.

Raibnya telur penyu itu, diketahui pagi tadi, saat 4 petugas seksi konservasi wilayah (SKW) I Berau-BKSDA Kalimantan Timur, melakukan pengecekan rutin. Kekhawatiran pencurian itu sudah diperkirakan, Jumat (9/2) kemarin.

“Saya kan larang anggota saya jangan keliling malam tadi. Nah, begitu pagi tadi cek, 5 sarang hilang,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Berau BKSDA Kaltim, Aganto Seno, dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (10/2).

Dijelaskan, tiap sarang penyu, berisi 90-100 telur penyu. Diduga kuat, para pencuri memang berkeliling menyisir pulau mencari sarang telur penyu. “Kebetulan sarang yang hilang itu masih di tempat aslinya, belum kita relokasi,” ujar Seno.

Seno berharap, aksi pencurian telur penyu, bisa segera ditindaklanjuti aparat terkait. Apalagi, Jumat (9/2) siang kemarin, para penjarah juga mengancam petugas BKSDA di Sangalaki menggunakan parang.

“Aksi pencurian itu sudah masuk ranah hukum, aparat hukum sudah harus bertindak. Sejauh ini, saya belum menarik 4 petugas di Sangalaki. Setidaknya, selagi belum ada ancaman yang benar-benar serius mengancam jiwa, mereka terus bekerja,” ungkap Seno.

Dikonfirmasi merdeka.com, Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono menegaskan, dia dan jajarannya segera menindaklanjuti informasi dari Kantor SKW I Berau, menindak para pelaku pencurian.

“Telur penyu kan dilindungi. Saya juga nggak suka seperti itu, dan harus ditindaklanjuti. Kita selidiki bareng (Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan), dan pengancaman parang itu kita sedang dalami. Senin (12/2) kami turun bersama ke lapangan,” demikian Sigit.

SKW I Berau melansir, pencurian sebelumnya, di bulan Januari 2018, tidak kurang 10 sarang berisi sekitar 1.000 butir telur penyu, juga raib dijarah.(yaya)