Ming. Jul 21st, 2019

704 TPS di Papua Tunda Pencoblosan Pemilu 2019

fokusmedan : Sebanyak 704 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Distrik Abepura dan Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Provinsi Papua, terpaksa harus menunda pencoblosan karena keterlambatan menerima logistik pemilu.

Dilansir Antara, untuk di Abepura terdapat 369 TPS yang ditunda. Sementara di Jayapura Selatan ada 338 TPS. Hanya saja di Jayapura Selatan sudah ada tiga TPS di dua kampung yang mencoblos, sehingga tinggal 335 TPS.

“Jadi total 704 TPS yang belum atau ditunda,” kata komisioner Bawaslu Kota Jayapura, Hardin Halidin, seperti dilansir Antara Rabu, 17 April 2019.

Hardin menjelaskan, alasan penundaan pencoblosan karena keterlambatan pengiriman logistik dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jayapura.

“Tadi, kami langsung ke KPU Kota Jayapura untuk melihat dan mencari tahu apa saja hambatan yang membuat terlambat penyaluran logistik pemilu,” kata Hardin yang membidangi pencegahan di Bawaslu Kota Jayapura.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kota Jayapura Rinto Pakpahan yang membidangi penindakan mengaku masih menunggu berita acara dari KPU Kota Jayapura terkait alasan penundaan penyaluran logistik pemilu di Distrik Abepura dan Distrik Jayapura Selatan sehingga terpaksa harus menunda pencoblosan.

“Masih menunggu berita acara dari KPU Kota Jayapura. Memang tadi kami dari sana melihat masalah apa yang membuat terlambatnya penyaluran logistik,” katanya.

Berdasarkan berita acara dari KPU Kota Jayapura, Rinto sampaikan barulah Bawaslu Kota Jayapura bisa merapatkan dan membuat rekomendasinya seperti apa.

“Tentunya kami baru bisa membuat rekomendasi setelah ada surat resmi atau berita acara terkait keterlambatan yang terjadi,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah warga yang datang untuk menyalurkan hak politiknya ke sejumlah TPS di Distrik di Abepura dan Jayapura Selatan batal melakukan pencoblosan karena logistik pemilu hingga pukul 12.00 WIT tidak kunjung datang.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Ilham Saputra mengatakan, pihaknya akan memeriksa atau melihat terlebih dahulu terkait masalah yang terjadi di Papua. Pemungutan suara di Papua mengalami kendala, yaitu keterlambatan logistik Pemilu 2019.

“Papua juga kita harus ngecek, apakah kemudian kesalahannya di mana. Apakah penyelenggaranya yang salah atau apa, sebenarnya Papua termasuk daerah yang pertama kali kita drop logistik. Kita juga akan membuat investigasi soal apa yang terjadi di kota Jayapura, ini di kota Jayapura kan, di dua distrik,” kata Ilham di Jakarta.

Dikutip dari merdeka.com, Ilham menegaskan, pihaknya akan tetap melakukan investigasi terkait keterlambatan logistik Pemilu 2019 di Papua. Meski pemungutan suara akan diundur pada Kamis 18 April 2019.

“Tetapi kalau enggak salah sudah direkomendasi untuk besok. Nah kita akan terus investigasi kenapa kemudian ini terlambat. Jadi pokoknya laporan-laporan di daerah kita akan segera tindak lanjuti dan bagaimana kemudian Bawaslu melihat kasus ini,” tegas dia.

KPU, kata Ilham, belum bisa memastikan apakah kasus atau masalah ini dapat diselesaikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah atau tidak.

“(Bisa diselesaikan oleh KPU Daerah) tergantung casenya seperti apa,” ujarnya.(yaya)