Rab. Des 11th, 2019

Airlangga Tanggapi Jatah Menteri PDIP: Kami cuma Siapkan Kader Sesuai Request Jokowi

fokusmedan : Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri secara terbuka meminta jatah menteri terbanyak kepada presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi. Menanggapi pidato Megawati ini, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengatakan pihaknya justru sebaliknya, tidak minta yang terbanyak. Golkar, kata Airlangga, hanya menyiapkan kader sesuai dengan permintaan dari Jokowi.

“Golkar kan di bawah PDIP. Kita tidak minta yang terbanyak. Kita sediakan kader sesuai dengan permintaan. Dan menghormati hak prerogatif Pak Presiden,” ujarnya di Kantor DPP Partai Golkar, Kemanggisan, Jakarta Barat, Minggu (11/8).

Airlangga tak mempersoalkan pidato Megawati tersebut. Menurutnya itu hanyalah gaya komunikasi.

“Namanya gaya komunikasi,” kata dia.

Menurut Airlangga, partai koalisi pengusung Jokowi-Ma’ruf sampai saat ini masih tetap solid. Komunikasi antar pimpinan partai juga masih cair. Jika ada isu poros baru yang muncul belakangan, itu menurutnya hanya dinamika.

“Saya rasa kalau koalisi pendukung Pak Presiden sih masih solid. Jadi dalam pembicaraan antar pimpinan partai, kita masih sangat solid dan koalisi-koalisi itu adalah mungkin dinamika yang berkembang. Tapi biasa antar pimpinan partai dengan partai lain juga sangat cair,” jelasnya.

Terkait kemungkinan Gerindra bakal masuk ke koalisi Indonesia Kerja, Dikutip dari merdeka.com, Airlangga mengatakan pihaknya tak mau berandai-andai. Karena koalisi yang dibangun Indonesia Kerja berbasis pada komunikasi. Dengan hadirnya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Kongres PDIP dan beberapa kali disebut secara khusus baik oleh Jokowi maupun Megawati, menurutnya itu hanyalah cara tuan rumah menghormati tamu undangan yang hadir.

“Biasa aja. Karena itu kan namanya tergantung tuan rumah. Tuan rumah kan memposisikan (Prabowo) sebagai tamu,” kata dia.

Airlangga menambahkan, keputusan terkait koalisi nantinya menjadi hak prerogatif presiden terpilih yang menentukan. Golkar terbuka dengan pembahasan bersama partai koalisi lainnya.

“Golkar terbuka terhadap pembahasan. Selalu dalam pembahasan kan kita terbuka, tetapi kita punya basis bahwa kita koalisi itu sudah bekerja bersama-sama. Nah tentu yang bekerja bersama-sama mendapatkan hal khusus dalam membangun perekonomian Indonesia ke depan,” pungkasnya.(yaya)