NASIONAL

Alasan PSI rekomendasikan Luhut dan Moeldoko jadi cawapres Jokowi

fokusmedan : Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengusulkan 12 nama calon wakil presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019 mendatang.

12 Nama itu adalah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Pengusaha Chairul Tanjung, Mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsudin, Menko Maritim Luhut B Panjaitan, Mantan Panglima TNI Moeldoko, Mantan Ketua MK Mahfud MD, bos GO-JEK Nadiem Makarim, Pengusaha Rusdi Kirana, Ketua PBNU Said Aqil, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dan Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

Dari 12 nama tersebut, dikutip dari merdeka.com, terdapat dua nama jenderal yakni Luhut Panjaitan dan Moeldoko. Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni mengatakan, tak ada alasan khusus mengenai masuk dua nama dari kalangan militer itu. Toni menyebut, semua nama muncul dari masyarakat.

“Tidak ada alasan khusus, sekali lagi ini dari berbagai macam profesi, ada politisi, ada jenderal, ada pengusaha ada dari Ormas. Tidak ada pertimbangan khusus,” kata Toni di Kantor DPP PSI, Minggu (25/3).

Toni menyatakan, semua rekomendasi dari mereka diserahkan sepenuhnya pada Jokowi. “Sekali lagi kembali ke Pak Jokowi, kalau Pak Jokowi menganggap lima tahun ke depan perlu pemimpin dari eks militer ada, kalau dipilih dari Ormas ada, politisi ada,” ujarnya.

Selain itu, Toni menilai, Luhut Panjaitan adalah seorang tentara yang reformis dan bukan bagian dari Orde Baru.

“Pak Luhut off di zaman bu Mega dan SBY, kemudian diajak kembali Pak Jokowi. Jadi bagi saya Pak Luhut. Pak Moeldoko bagian tentara reformis, yang mengerti bahwa militer tidak boleh bermain politik,” katanya.

“Dalam perkembangannya Pak Luhut bisa dikategorisasi militer pro reformasi,” Toni menandaskan.(yaya)