Rab. Okt 16th, 2019

Anggota JAD Ditangkap di Bali, Dinas Pariwisata Tegaskan Pulau Dewata Aman

fokusmedan : Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astawa mengimbau para calon wisatawan asing maupun lokal tidak resah dengan tertangkapnya dua anggota yang diduga jaringan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) yang telah ditangkap di wilayah Bali. Astawa menyampaikan bahwa Bali tetap aman karena pihak kepolisian, TNI dan elemen masyarakat Bali tetap solid menjaga keamanan di Pulau Dewata.

“Tidak perlu khawatir Bali masih aman. Karena masyarakat Bali sudah sangat solid,” kata Astawa saat dihubungi, Sabtu (12/10).

Astawa menjelaskan, memang isu-isu soal terorisme sangat sensitif bagi pariwisata Bali. Maka dari itu, dikutip dari merdeka.com,  pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan di Pulau Dewata.

“Di pariwisata kan sensitif dengan isu-isu keamanan. Artinya, di dalam penyelenggaraan pengaturan keamanan itu kiranya masyarakat bersama dengan sistema keamanan. Pecalang kita di Desa Adat bersinergi dengan pihak-pihak Kepolisian dan TNI. Itu harapan kita untuk bisa saling mengontrollah. Sehingga tidak mengganggu suasana keamanan bagi turis,” harapnya.

“Jadi tetap bersinergi antara komponen masyarakat, pecalang bersinergi dengan pihak kepolisian dan TNI itulah pilar-pilar yang kita harapkan untuk bisa bersama-sama menjaga keamanan Bali,” sambung Astawa.

Astawa menuturkan, dengan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya memang perlu sosialisasi bahwa Bali masih aman dengan dibantu oleh pihak kepolisian, TNI dan para petugas Pecalang di Desa Adat.

“Makannya, kita perlu sosialisasi melalui media. Bantu kita, bahwa kepolisian kita maupun masyarakat dan sistem keamanan di Desa Adat itu sangat sigap. Kalau terbukti kan bisa di tangkap itu sebagai bukti bahwa masyarakat kita mengantisipasi dengan baik,” ujarnya.

Menurut dia, keamanan di Pulau Bali tentu harus diperhatikan. Karena, ia tidak ingin ada peristiwa kelam tragedi Bom Bali yang pernah terjadi di Bali. Sehingga, perekonomian pariwisata di Bali lumpuh dan bisa jatuh miskin.

“Sebab pengalaman 2002 dan 2005 itu kalau sampai (tidak terurus) kan banyak jatuh miskin. Kita Bali miskin, Jogja ikut miskin, Jepara itu miskin, Lombok (juga). Jadi saya kira tanggung jawab kita semua untuk menjaga keamanan Bali, itu harapan kami,” ujarnya.

“Karena, terus terang saja pariwisata Bali untuk Indonesia. Artinya kita mampu menyiapkan tenaga kerja di samping masyarakat Bali dan masyarakat di luar Bali. Mestinya, kebersamaan menjaga keamanan itu bersama-sama,” ujar Astawa.(*).

Seperti diberitakan, Detasemen Khusus 88 anti teror telah mengamankan dua orang anggota jaringan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) ditangkap di wilayah Bali.

Keduanya dikabarkan berinisial AT dan ZAI yang ditangkap di wilayah Bali. Sementara Kabid Humas Polda Bali, Kombes Hengky Widjaja saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

“Betul telah ditangkap di Bali An. Sdr. AT dan Sdr. ZAI di wilayah Bali,” Hengky Widjaja, Jumat (11/10) malam.

Namun Hengky, belum menjelaskan secara rinci penangkapan tersebut kapan dan tempatnya di mana. Ia hanya menjelaskan bahwa keduanya masih dilakukan pendalaman atau pemeriksaan. “Sedang dilakukan pendalaman pemeriksaan,” ujar Hengky.(yaya)