Jum. Jul 19th, 2019

ASITA Sumut sebut penurunan harga tiket pesawat setengah hati

fokusmedan : Rencana pemerintah dalam hal menurunkan tarif tiket pesawat sebesar 50 persen khusus rute domestik dinilai setengah hati karena banyak syarat dan ketentuan.

Hal itu dikatakan Ketua Asosiasi Pengusaha Biro Perjalanan Indonesia (Asita) Sumut, Solahuddin Nasution kepada fokusmedan.com, Selasa (9/7).

“Selama ini kita mengenal dua harga tiket yakni pada low season dan peak seasion. Mau sepanjang hari turun terserah , tetapi momen lebaran, tahun baru, atau hari libur tiket pesawat memang mahal. Kita maklum tergantung pada supplay dan demand”, sebutnya.

Tetapi yang kita lihat, lanjutnya, saat ini yang akan diberlakukan turun berjadwal, tiga hari dalam seminggu yakni Selasa, Kamis dan Sabtu. Itupun, waktu tertentu sejak pukul 10.00- 14.00 WIB.

“Ini sama saja mahal, karena lewat batas waktu dan hari lainnya mendekati tarif batas atas (TBA)”. terangnya.

Padahal dalam konteks ini, yang diharapkan masyarakat adalah pemerintah hadir dan merevisi harga TBA karena saat ini sudah dianggap terlalu tingggi.

Maka rencana tarif tiket yang akan diberlakukan, (11/7) mendatang menurutnya belum menunjukkan keseriusan dan ketegasan pemerintah dalam menangani masalah harga tiket pesawat.

Sementara itu, pihak Bandara Kualanamu, Tukiman mengatakan yang akan diterapkan pemerintah tentunya salah satu solusi terbaik untuk menangani harga tiket mahal saat sekarang.

Terlepas pro dan kontra, prinsipnya selaku pengelola bandara pihaknya dan otoritas siao melakukan pengawasan dan menjalankan ketentuan yang ditetapkan.

“Kami menilai kebijakan ini sudah dilakukan dengan pengkajian serius. Tentunya, kita berharap Bandara Kualanamu semakin maju serta penerbangan aman, nyaman dan lancar,” tandasnya.(putra)