Sen. Des 16th, 2019

Baru Jadi Menteri, Erick Thohir Sabet Penghargaan Marketing Terbaik

fokusmedan : Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menerima penghargaan Special International Recognition On Marketing 2019 dari Markplus Conference 2020. Penghargaan ini diberikan atas tiga kategori, yakni sebagai marketing media, olahraga, dan politik terbaik.

Dalam sambutannya, dia mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada dirinya. Menurutnya, penghargaan ini tidak lepas dari semua tim yang bekerja keras di bawahnya.

“Saya ucapkan terima kasih. Penghargaan luar biasa ini tidak hanya untuk saya tapi juga tim-tim saya yang berkeringat, solid, gotong royong, banyak lagi termasuk pada saat kampanye saya harus ucapkan terima kasih. Tanpa tim solid tidak sukses,” katanya di Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Rabu (4/12).

Bagi Erick, marketing sukses bukan hanya bicara pada soal pencitraan saja. Namun melihat hasil dan implementasi nyata dari pada kerja keras marketing itu sendiri. “Marketing yang sukses yang bisa diimplementasikan dan hasilnya ada,” imbuh dia.

Wujud nyata keberhasilan Erick, akan diteruskan melalui Kementerian BUMN yang kini dipimpinnya. Erick mengatakan tugas baru yang diemban saat ini adalah bagaimana membangun BUMN dengan good governance.

“Tugas yang baru pada hari ini dalam membangun BUMN, profesional, transparan, saya rasa sangat berat. Saya tidak mau jadi kamuflase. Kita sedang bangun ekosistem sehat baik BUMN, swasta, Bumdes dan BUMD. Supaya ekonomi baik. Kita semua pembantu yang siap mendobrak,” kata dia.

Kebijakan Erick Thohir

Lebih satu bulan Erick Thohir bekerja dan menjabat sebagai Menteri BUMN menggantikan Rini Soemarno. Erick Thohir didapuk Presiden Joko Widodo di pemerintahannya yang ke-2 atau jilid dua.

Saat baru dilantik pada Rabu (23/10) lalu, Erick Thohir langsung menggelar rapat internal Kementerian BUMN bersama para deputi serta pejabat terkait.

Erick meminta kepada masyarakat untuk memberinya waktu guna mempelajari seluk-beluk BUMN secara keseluruhan, mengingat dari key performance index atau KPI yang disusun harus dipelajarinya lagi terkait sinkronisasi hal-hal mana yang bisa diselesaikan dalam waktu beberapa bulan atau bahkan hal-hal yang membutuhkan waktu lebih dari setahun.

“Tentu saya belum bisa sharing atau menyampaikan lebih lanjut karena besok baru rapat terbatas untuk meyakinkan apakah ini angka-angka atau target-target yang bisa pastikan banyak hal-hal yang harus kita tuntaskan, misalnya mengenai contoh kereta cepat Jakarta-Bandung, atau mungkin juga mengenai hasil pembicaraan Arab Saudi dan Indonesia tentang Aramco serta Pertamina. Nah hal-hal ini harus kita review,” ujarnya.

Kini lebih sebulan Erick Thohir menjabat. Berbagai kebijakan telah dan akan dilakukan Erick Thohir.(yaya)