Sel. Agu 20th, 2019

BI Akui Ada Perlambatan di Sektor Riil Akibat Perang Dagang AS-China

fokusmedan : Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengakui adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan China mempengaruhi laju sektor riil dalam negeri. Sebab, komoditas ekspor Indonesia kedua negara tersebut masih cukup besar, sehingga menghambat masuknya produk-produk Indonesia.

“Kalau dampak, sektor riil kan sudah kelihatan, bahwa ekspor kita ada perlambatan ke China atau ke AS, itu memang menjadi tantangan untuk kita, dua itu kan trading merger partner kita,” kata dia saat ditemui di Komplek BI, Jakarta, Minggu (11/8).

Destry menyarankan dengan adanya perang dagang antar kedua negara tersebut, Indonesia dapat membuka ruang dengan mendiversifikasi produk ke sektor manufaktur. Dengan catatan, produk-produk tersebut dapat diproduksi di dalam negeri.

“Kedua, adalah perluasan pasar ekspor kita dari yang konvensional menjadi non konvensional, yang mungkin merambah ke negara-negara di luar negara majority trade partner selama ini lah. Makanya kita coba lah di middle east di muka, di Afrika,” jelas dia.

Sebelumnya, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core), Piter Abdullah mengakui Indonesia masih cukup sulit untuk mencuri peluang dari perang dagang antara AS dan China. Sebab, di tengah gesekan antar kedua negara tersebut Indonesia harus memacu ekspornya untuk tetap tumbuh.

“Jujur saja kita sangat sulit memanfaatkan perang dagang. Peluang dari perang dagang tidak mudah bukan tidak mungkin,” katanya saat dihubungi merdeka.com, Senin (17/6).

Piter menyebut salah satu peluang yang bisa diambil Indonesia yakni memacu laju ekspor. Sementara, yang diperlukan di tengah bergulirnya perang dagang menurut dia adalah dengan menggenjot produk-produk manufaktur. Sedangkan, pertumbuhan manufaktur secara nasional masih jauh dari harapan.

“Kita harus jujur bahwasanya manufaktur itu kita tinggalkan selama ini, pertumbuhan manufaktur kita selama beberapa tahun terakhir di bawah 5 persen. kontribusi manufaktur kita terus turun,” katanya.