NASIONAL

Bunuh mahasiswa UGM usai SOTR, dua remaja mengaku salah sasaran

fokusmedan : Polresta Yogyakarta akhirnya berhasil menangkap dua orang remaja pelaku pembunuhan terhadap mahasiswa UGM bernama Dwi Ramadhani Herlangga (26) pada Kamis (7/6) dini hari yang lalu. Dwi dibunuh di sekitaran simpang empat Mirota Kampus, Gondokusuman, Kota Yogyakarta sekitar pukul 02.00 WIB. Dwi dibacok usai menggelar sahur on the road atau membagikan makan sahur bersama rekan-rekan kuliahnya. Dwi sempat dilarikan ke rumah sakit RSUD Dr Sardjito tetapi setelah mendapatkan perawatan, akhirnya Dwi meninggal dunia karena luka sabetan di punggung.

Kedua tersangka berinisial AYT (19) dan MWD (15) ditangkap pada Sabtu (9/6) pagi. Kapolresta Yogyakarta, AKBP Armaini mengatakan, kedua tersangka yang diamankan memiliki perannya masing-masing. Keduanya saat melakukan pembacokan hingga menewaskan Dwi dalam posisi berboncengan.

“Pelaku inisial AYT (19) ini orang yang melakukan pembacokan itu. Sedangkan MWD sebagai joki atau yang mengendarai sepeda motor. Yang satu mengendarai yang satu membacok. Mereka memepet (korban) tanpa bertanya langsung bacok dari belakang,” ujar Armaini di Mapolresta Yogyakarta, Senin (11/6).

Armaini menerangkan tersangka AYT baru saja lulus SMA dan tengah proses masuk universitas. Sedangkan tersangka MWD baru saja lulus SMP dan akan melanjutkan ke SMA.

Armaini menuturkan, dari pengakuan kedua tersangka diketahui bahwa saat kejadian keduanya sedang nongkrong di pinggir jalan. Kemudian melintaslah rombongan korban yang mau pulang usai membagikan makan sahur atau sahur on the road (SOTR). Rombongan korban ini kemudian dikejar oleh tersangka.

“Alasannya mereka mencurigai dari lima motor yang lewat salah satu motor dulu pernah melukai salah seorang tersangka,” ungkap Armaini.

Kepada penyidik, tersangka mengaku beberapa minggu yang menjadi korban atau sasaran penyerangan dari orang tak dikenal. Tersangka mengalami luka di bagian kaki karena disabet menggunakan gir motor.

“Dia (tersangka) hanya tahu dari jenis motor dan warna motor. Korban lewat dia menyangka jangan-jangan motor yang melukainya. Dia sekarang menyesal. Salah sasaran. Sebenarnya yang dulu juga orang tidak kenal, karena melihat motor ciri-ciri mirip dikejar,” urai Armaini.

Dikutip dari merdeka.com, Armaini menambahkan dari kedua pelaku pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya adalah bendo sepanjang 40 cm, sepeda motor matic yang digunakan mengejar korban dan pakaian tersangka.

“Atas perbuatannya tersangka AYT disangkakan Pasal 351 ayat 3 KUHP dan tersangka MWD akan menjalani peradilan di bawah umur dan disangkakan Pasal 351 ayat 3 KUHP Jo Pasal 56 KUHP. Keduanya terancam hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara,” tutup Armaini.(yaya)