KABAR MEDAN

Cegah peredaran uang palsu, polisi sudah kordinasi dengan Bank Indonesia

fokusmedan : Pasca polisi mengungkap peredaran uang palsu (upal) berjumlah Rp6,5 Juta dengan mengamankan dua orang pelakunya. Polsek Delitua bekerja sama dengan Polrestabes Medan terus melakukan pengembangan kasus ini.

Kapolsek Delitua Kompol Wira Prayatna dalam keterangannya kepada fokusmedan.com menjelaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk mencegah peredaran upal.‎

“Polsek Delitua berkoordinasi dengan pihak Bank Indonesia untuk mencegah dan mengungkap peredaran uang palsu,” katanya, Senin (16/10).

Ia menyampaikan bagi ‎masyarakat yang menemukan uang palsu agar lapor ke petugas kepolisian atau manfaatkan aplikasi ‘Polisi Kita’ dalam pelaporannya. ‎

‎”‎Bagi masyarakat yang menerima  upal agar menerapkan sebagaimana petunjuk dari Bank Indonesia, yaitu terhadap uang tersebut terapkan 3D,” kata Wira.

Dilihat: ‎Kalau dilihat, uang yang asli memiliki warna yang cerah, tidak luntur, warna tidak patah-patah. Sedangkan uang yang palsu berwarna pucat dan seperti luntur. Selain itu uang yang asli mempunyai tanda air yang menggambarkan tokoh-tokoh pahlawan nasional, mempunyai benang tali pengaman yang berada di dalam uang kertas terlihat seperti dianyam.

Diraba:Dari segi kertas sebagai bahan pembuatannya, antara uang asli dan palsu biasanya ada perbedaan. Uang yang palsu biasanya berbahan kertas yang tipis, dan mudah lecek. Kalau lecek permukaannya seperti koran. Sedangkan kalau uang yang asli berbahan kertas agak lebih tebal dan halus. Dan bila diusap-usap pada bagian angka akan terasa agak timbul/menonjol.

Diterawang: D yang terakhir adalah diterawang. cobalah terawang uang tersebut ke sumber cahaya yang kuat seperti matahari dan lampu misalnya. Lihat pada bagian tanda air dan tali pengaman, apakah tercetak baik.

“Atau baiknya juga Masy khususnya para pedagang menggunakan alat sinar ultra Violet pendeteksi uang palsu,” tandasnya.(rio)