Cuaca buruk, nelayan tradisional Pantai Labu terpaksa alih profesi

fokusmedan : Curah hujan tinggi serta angin kencang melanda perairan Selat Malaka sepekan terakhir, membuat ratusan nelayan tradisional di Desa Rantau Panjang Kecamatan Pantai Labu Deliserdang Sumatera Utara takut melaut.

Kondisi itu tentu berdampak pada penghasilan nelayan yang umumnya bergantung pada hasil laut. Tidsk heran, sembari menunggu cuaca membaik, sejumlah nelayan terpaksa beralih profesi untuk bertahan hidup.

Sementara sebagian lagi, justru memanfaatkan waktu dengan memperbaiki jaring tangkap ikan dan membersihkan sampannya.

Muhamad Sofyan (54, salah seorang nelayan mengatakan, sudah tiga hari tidak melaut akibat cuaca buruk.

“Ya untuk bertahan hidup terpaksa cari kerja sampingan, mau itu jadi buruh bangunan atau berdagang makanan keiling,” terangnya.

 

Pantauan fokusmedan.com, sebagian besar nelayan tampak menambatkan sampannya di alus sungai dekat dermaga.(putra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *