Rab. Okt 16th, 2019

Demokrat Minta Pihak Luar Tak Adu Domba SBY dengan Prabowo

fokusmedan : Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan meminta pihak luar tidak menggoreng isu surat Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) kepada capres 02 Prabowo Subianto. Isu tersebut seputar keretakan Demokrat dengan koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga.

“Karena itu saya minta semua orang teman-teman atau siapapun tidak adu domba tidak menggunakan kesempatan ini untuk kepentingan sesaat,” kata Hinca di kantor DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Senin (8/4).

Pesan SBY untuk mengusung inklusifitas dalam kampanye akbar Prabowo di Jakarta, kata Hinca, untuk menjaga persatuan. Dia mengklaim SBY memakai kacamata sebagai tokoh bangsa.

“Dia sebagai presiden 10 tahun untuk mengingatkan kita semua agar tidak terpecah tapi kita bersatu untuk menuntaskan ini dan siklus 5 tahunan ini berjalan dengan baik dan keindonesiaan tetap utuh,” ujarnya.

Hinca menepis Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bahwa kampanye Prabowo di luar ekspektasi SBY. Pernyataan Hasto tersebut menanggapi surat SBY yang meminta tidak ada politik identitas.

Dia berkata, surat tersebut sudah disampaikan sebelum kampanye akbar berlangsung.

“Oleh karena itu apa yang disampaikan Mas Hasto saya luruskan kita ingin agar pak Prabowo sukses menjadi presiden dalam kampanyenya ini dan menggunakan momentum ini dengan baik untuk semua orang siapapun presiden terpilih dia akan menjadi presiden semua orang,” tuturnya.

Dikutip dari merdeka.com, Hinca menegaskan, tidak ada keretakan antara Partai Demokrat dengan koalisi pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Spekulasi muncul lantaran Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengirimkan pesan ketidaksetujuan konsep kampanye Prabowo. Dalam panggung yang diberikan kepada Demokrat, Waketum Demokrat Syarief Hasan menggantikan AHY.

Hinca menegaskan AHY itu tidak bisa hadir karena kondisi tidak fit. Sehingga, AHY benar-benar absen dari panggung kampanye akbar paslon 02.

“Jadi sama sekali tidak ada keretakan itu sama sekali tidak ada perintah itu (SBY melarang AHY tampil), hanya saja semata-mata karena mas AHY kurang fit,” ujar Hinca saat konferensi pers di kantor DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Senin (8/4).

Lebih jauh dia menjelaskan, kondisi AHY tidak fit sebelum kampanye akbar terselenggara. Bahkan, dia mencontohkan, ketika menjenguk Ibundanya, Ani Yudhoyono, AHY tidak bisa menemui secara langsung karena kondisi tersebut. Kembali dari Singapura ke Jakarta pada Minggu (7/4), AHY tetap dalam kondisi tidak fit.

Setelah kampanye akbar tersebut, Hinca menegaskan komunikasi dengan koalisi tetap berjalan. Dia mengaku bertemu dengan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani malam hari saat kampanye akbar kemarin.

“Tadi malam saya sudah bertemu lagi berkomunikasi juga dengan sahabat saya Muzani ke Gerindra juga ada teman-teman yang lain karena untuk kami bicara lagi tahapan berikut,” ucapnya.

Sementara, terkait surat, Hinca mengatakan harusnya hanya menjadi konsumsi internal yang ditujukan kepada dirinya, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Amir Syamsuddin, dan Waketum Syarief Hasan. Surat sudah disampaikan ke Prabowo sebelum kampanye berlangsung.(yaya)