Ming. Sep 22nd, 2019

Diduga kebanyakan main game, remaja ini teracam buta

fokusmedan : Diduga akibat kecamduan main game online, Surya Utama (19), warga Dusun I Desa Pinanggripan, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan terancam buta.

Untuk pengobatannya, remaja ini terpaksa harus menjalani perobatan intensif, di Rumah Sakit Khusus Mata, Sumatera Eye Centre (SMEC) Medan agar penglihatan dapat kembali seperti sedia kala.

Terkait kondisi itu, dokter spesialis mata dr Pinto Yusneni Pulungan SpM mengatakan, Surya datang dengan diagnosa mengalami glukoma.

“Glukoma primer itu, penyakit generatif atau tidak sembuh, dengan peninggian tekanan bola mata dan kerusakan pada saraf penglihatan,” sebutnya kepada fokusmedan.com, Selasa (10/9).

Ia menjelaskan, pasien harus menjalani beberapa tahap pemeriksaan, hingga matanya di-scaning. Hasilnya, Surya memang diketahui murni mengalami glukoma.

“Dari hasil scaning, sudah kita dapatkan bahwa saraf dia sudah mengalami atrofi atau kematian saraf,” ujarnya.

Glukoma  yang dialami Surya, lanjutnya,  tak ada kaitannya dengan aktivitasnya yang suka bermain game online. Namun, jika disebabkan oleh penyakit lain, menurut dia hal itu bisa saja mungkin, misalnya keletihan pada mata atau infeksi.

“Pasien itu bisa dengan alasan bermacam-macam. Tapi kami tegakkan diagnosa sesuai hasil pemeriksaan. Dia murni glukoma, tapi datang terlambat,” tegasnya.

Glukoma ini bisa disebut pencuri mata, sebab penderitanya tak menyadari bahwa ada penyakit itu. Apalagi gejala penyakit ini sangat samar, bahkan tanpa keluhan, berupa tiba-tiba pandangan kabur dan mengalami kebutaan.

Penanganan paling maksimal yang bisa dilakukan adalah memperpanjang penglihatan sebelum mengalami kebutaan total. Dokter biasanya memberi obat tetes, konsumsi obat hingga operasi, agar pasien bisa kembali pada tekanan atau titik normal.

“Jadi akan semakin normal, maka (untuk mencapai) kebutaan akan semakin lama, karena tak mungkin sembuh. Jadi kita melakukan penurunan tekanan untuk memperpanjang penglihatannya,” tandasnya.(riz)