Kam. Nov 21st, 2019

Dinkes Medan: Hingga Agustus 2019 terjadi 329 kasus gigitan anjing

fokusmedan : Hingga bulan Agustus 2019, Dinas Kesehatan Kota Medan mencatat telah terjadi 329 kasus gigitan anjing di Kota Medan.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Mutia Nimpar menyampaikan, dari jumlah ini, sebanyak 168 kasusnya harus diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR).

“Untuk luar daerah pada periode yang sama terjadi 32 kasus dan keseluruhannya, wanita sebanyak 160 orang dan pria 169 orang,” sebutnya kepada fokusmedan.com, Senin (28/10).

Ia membeberkan, pada bulan Januari, adapun jumlah gigitan anjing sebanyak 37 kasus, Februari 25 kasus, Maret 39 kasus, April 40 kasus, Mei 45 kasus, Juni 34 kasus, Juli 62 kasus dan Agustus 47 kasus.

Sedanhkan untuk pemberian suntik VAR, kata Mutia, pada bulan Januari dilakukan sebanyak 17 kali, Februari 10 kali, Maret, 14 kali, April 25 kali, Mei 24 kali, Juni 20 kali, Juli 36 kali dan Agustus 22 kali.

“Sedangkan untuk luar daerah, pada Januari ada satu kasus, Februari lima kasus, Maret dua kasus, April dua kasus, Mei sembilan, Juni lima, Juli enam kasus dan Agustus dua kasus. Jumlah ini berdasarkan kasus permintaan vaksin rabies,” terangnya.

Dalam kasus gigitan anjing ini, jumlah korban terbanyak berada pada rentang usia 15-45 dengan 148 orang. Kemudian rentang usia 5-14 tahun 80 orang, 45 tahun keatas 88 orang, dan 1-4 tahun 13 orang.

“Namun dari kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) tidak ada yang positif,” jelasnya.

Meski begitu, Dinas Kesehatan Kota Medan tetap mengimbau masyarakat yang memiliki hewan peliharaan seperti anjing, kucing dan kera agar rutin melakukan vaksinasi.

Minimal, sebut dia, yakni setahun sekali untuk program tidak khusus.

“Minimal setahun dan ada juga yang enam bulan sekali dan itu tergantung dari vaksinnya,” pungkasnya.(riz)