KABAR MEDAN

Dituding salah tangkap, Kapolsek Medan Timur dilaporkan ke Propam

fokusmedan : Polsek Medan Timur dituding salah tangkap dan bertindak terhadap seorang pria berinisial WGP (31) yang diduga tersangka penjambretan di Jalan Sutomo Medan.‎

Menurut Otti Batubara selaku mertua WGP mengatakan bahwa menantunya itu dijemput polisi saat hendak pulang bekerja di bengkel dalam keadaan sehat.

“Dia dijemput baik-baik oleh 4 polisi yang salah satunya temannya berinisial HKP. Tapi saat itu sehat-sehat saja, kenapa tiba-tiba kakinya malah ditembak,” ungkap Otti kepada fokusmedan.com saat di Mapolsek Medan Timur, Rabu (11/7).

Sadisnya, lanjut Otti lagi malah penyiksaan yang dilakukan petugas tidak berprikemanusiaan, dimana mata pelaku dilakban dan dipaksa mengaku lalu ditembak.

“Saya tanya menantu saya bagaimana perlakuan polisi kepada dirinya. Menantu saya katakan dirinya dipaksa mengaku,  dibawa naik mobil lalu matanya dilakban dan dibawa keliling hingga ke dua kakinya ditembak,” ungkap Oti Batubara.

Otti juga menyesalkan pernyataan Kapolsek Medan Timur yang menuding menantunya sebagai penjahat hanya dengan melihat wajahnya.

“Kalau bicara fakta hukum, tolong disebutkan buktinya, kalau tidak sanggup membuktikan jangan diplintir. Ini malah Kapolsek bilang dari wajahnya saja sudah bisa menilai dia residivis, jadi mengada-ada Kapolsek itu,” kesalnya.

Oti meminta agar diterapkan azas praduga tidak bersalah, jangan karena polisi malah berlaku sewenang-wenang.

”Saya akan adukan Kapolsek Medan Timur, karena mereka selalu berdalih bahwa  pelaku melawan petugas, ” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Kapolsek Medan Timur Kompol Wilson Pasaribu menjelaskan ‎pihaknya sudah melakukan tindakan tepat sesuai prosedur.

“Kalau mau melapor ke Propam silahkan saja, kita sudah bertindak tepat sesuai prosedur,” tandasnya.(rio)