KABAR MEDAN

Dua tersangka penipuan modus penjamIn masuk Polwan diringkus

fokusmedan : Dua tersangka penipuan modus daftar masuk anggota Polwan dibekuk personel Unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Kamis (20/12).

Kedua tersangka berinisial A (48) berprofesi sebagai gurut PAUD, dan RS (42) Ketua Reaksi Cepat (RC) Perlindungan Anak dan Perempuan Jakarta.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Faidil Zikri, menyampaikan, kedua tersangka  melakukan penipuan dengan modus menjamin korbannya bernama Selvi Setiawati menjadi Polwan dengan, dengan uang pelicin.

Tergiur dengan ucapan tersangka, orang tua korban bernama Wagiman Buang kemudian menuruti permintaan kedua pelaku dan memberikan uang sebesar Rp 179 Juta secara bertahap.

“Selanjutnya Wagiman Buang dan Selvi Setiawati dibawa dan dikenalkan oleh tersangka (A) kepada Naumi, dimana Selvi Setiawati mau masuk Polwan dan minta diuruskan, selanjutnya korban memberikan uang sebesar Rp 10 Juta,” ungkapnya.

Kemudian korban diminta menyerahkan fotocopy KTP, KK dan pas foto. Selang beberapa waktu, korban kembali dimintai uang oleh RS, yang diberikan melalui transfer bank dan bulan Februari lalu korban disuruh datang ke Polda Sumut.

“Setelah itu, korban terus dimintai uang sebesar puluhan juta rupiah oleh tersangka dengan berbagai alasan mulai dari uang ukur badan dan sebagainya,”  sebutnya.

Saat Selvi dibawa ke SPN Sampali untuk ukur tinggi badan dan ternyata tinggi badan kurang dan Selvi Setiawati tidak bisa masuk Polwan.

Mendapati kondisi tersebut, korban sadar dirinya telah ditipu dan segera menagih uangnya kembali kepada tersangka.

“Kesepakatan pengembalian uang dibuat dengan surat perjanjian dimana tersangka mengembalikan uang sebesar Rp 179 Juta dengan menyicil Rp 100 juta pada bulan Juni dan sisanya dalam 4 bulan  ke depan,” jelasnya.

Namun hingga jatuh tempo, tersangka tidak memenuhi janjinya sehingga korban lantas membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan.

“Usai mendapat laporan, kemudian personel melakukan penyelidikan dan setelah dua kali surat panggilan terhadap kedua tersangka tidak diindahkan, kemudian dilakukan jemput paksa,” tegasnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 378 Yo 372 KUHPidana ancaman 4 tahun penjara.

“Kini kedua tersangka sudah diamankan untuk diproses lebih lanjut,” tandasnya.(riz)