Sel. Nov 19th, 2019

Ekspor Sumbang Penurunan Defisit Transaksi Berjalan

fokusmedan : Bank Indonesia merilis defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan III-2019, sebesar USD 7,7 miliar atau sekitar 2,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada triwulan sebelumnya yang mencapai USD 8,2 miliar atau sekitar 2,9 persen dari PDB.

Direktur Riset Centre of Reformon Economics (Core), Piter Abdullah menyambut baik langkah pemerintah dalam menekan posisi defisit transaksi berjalan. Menurutnya penurunan itu disebabkan oleh membaiknya neraca perdagangan yang ditandai oleh mulai positifnya pertumbuhan ekspor, sementara pertumbuhan impor masih tercatat negatif.

“Salah satu yang masih menahan impor adalah keberhasilan B20,” kata dia kepada merdeka.com, Sabtu (9/11).

Dia mengatakan target pengembangan biodiesel untuk 2019 adalah 6.6 juta kiloliter atau setara 5.7 juta ton CPO. Namun, dikutip dari merdeka.com, realisasi per September 2019 ini sudah mencapai 4.49 juta kiloliter atau 68 persen dari target. Dengan kondisi itu, artinya pemerintah sudah berupaya untuk menahan laju impor minyak.

“Angka ini cukup signifikan menahan laju impor khususnya impor solar,” imbuh dia.(yaya)