Rab. Okt 16th, 2019

Fotonya Menatap Toko Emas Diejek, Tukang Sapu Malah Banjir Hadiah

fotonya-menatap-toko-emas-diejek-tukang-sapu-malah-banjir-hadiah

fokusmedan : Tak ada yang bisa menebak nasib seseorang. Begitulah kira-kira ungkapan yang tepat untuk menggambarkan keadaan Nazer al-Islam Abdul Karim saat ini.

Pria Bangladesh berprofesi sebagai tukang bersih-bersih di Arab Saudi itu menjadi bahan ejekan setelah fotonya tengah menatap jendela kaca toko perhiasan dengan wajah sendu tersebar di media sosial Instagram.

“Orang ini hanya layak untuk melihat sampah,” tulis seseorang di keterangan foto, seperti dilansir merdeka.com, Selasa.

Setelah melihat foto bernada ejekan itu, seorang simpatisan bernama Abdullah Al-Qahtani bertekad untuk menemukan orang dalam foto. Dia kemudian mengunggah kicauan di media sosial Twitter agar mendapat bantuan untuk mengenali sosok Karim.

Sekitar 6.500 pengguna media sosial membagikan kicauan tersebut. Alhasil, salah satu pengguna berhasil mengidentifikasi lokasi toko perhiasan tersebut melalui refleksi jendela kaca dan menemukan Karim.

Al-Qahtani kemudian mengirimkan uang, sekarung beras, madu, tiket pesawat ke Bangladesh, dan dua buah ponsel merek iPhone 7 dan Samsung Galaxy kepada Karim.

Pria yang digaji sebesar USD 187 (setara Rp 2,5 juta) perbulan itu mengaku tidak sadar saat foto itu diambil dan tidak tahu fotonya telah menjadi viral di media sosial.

“Saya hanya melakukan pekerjaan saya sebagai tukang bersih-bersih di kota. Kemudian saya berhenti di toko emas dan melihat-lihat. Saya bahkan tidak tahu kapan foto itu diambil. Saya sangat senang dan bersyukur mendapat hadiah berharga ini,” kata Karim.

Tidak hanya Al-Qahtani, pengguna sosial media lain juga turut membanjiri Karim dengan hadiah-hadiah lain. Seorang pengguna media sosial asal Arab Saudi memberinya USD 530 (setara Rp 7 juta). Selain itu, seorang eksekutif di saluran olahraga Saudi memposting foto bersama Karim dan satu set emas yang dihadiahkannya.

“Saya sangat terkesan dengan upaya orang-orang untuk menemukan Karim. Saya juga terkesan dengan kebaikan dan kemurahan orang-orang yang mengulurkan tangan untuk membantu dia,” ungkap A-Qahtani.(yaya)