Sel. Agu 20th, 2019

Gandeng Super Dragon, Kemenpar Promosikan Bintan Jadi Destinasi Tourism Hub Jepang

fokusmedan : Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Bintan Resort akan menggelar Famtrip Tourism Hub Pembuat Opini Pasar Jepang di Bintan, Kepulauan Riau. Rencananya, kegiatan berlangsung pada 29 Juli-2 Agustus mendatang.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional II Kemenpart Ardi Hermawan mengatakan, famtrip ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari suksesnya rangkaian program Business Gathering dan Sales Mission Tourism Hub di Tokyo dan Osaka pada tanggal 4-5 Juli 2019 lalu.

“Famtrip ini melibatkan boyband asal Jepang yang beranggotakan 9 orang, yakni Super Dragon. Termasuk tim management-nya dari Stardust Pictures Inc. (SDP),” ujarnya, Jumat (19/7).

Adapun agenda utama delegasi adalah pengambilan foto untuk the Second Photo Book Super Dragon di sekitar Lagoi, Bintan. Lokasi utama pengambilan gambar antara lain Cassia Bintan, The Canopi, dan Treasure Bay.

Super Dragon sendiri adalah boyband remaja dengan rentang usia antara 15-20 tahun. Boyband yang baru diperkenalkan pada tahun 2015 ini terdiri dari Tsuyoshi Furukawa (19), Cayli Can Kaito (19), Hayate Ijima (18), Sogo Ito (16), Koki Tanaka (16), Hyoma Ikeda (16), Tomoya Matsumura (15), dan Raku Shibazaki (15).

Mereka merupakan generasi idola baru di kalangan pelajar Jepang, terutama remaja putri. Jumlah followers Super Dragon mencapai lebih dari 200 ribu orang yang tersebar melalui channel Youtube, Twitter, Line, Fansclub C.L.S.D, Instagram, dan Super Dragon official app.

Selain itu, dikutip dari merdeka.com, member klub Super Dragon seperti Tsuyoshi Furukawa, juga sangat aktif dalam dunia entertainment di Jepang dengan bermain drama, iklan, dan talk show.

Deputi Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya menjelaskan, outcome dari pengadaan famtrip Tourism Hub ini adalah pembentukan opini positif terkait paket dan produk Tourism Hub bagi pasar Jepang. Khususnya segmen family dan student trip. Selain itu, kegiatan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai referensi bagi OC Tourism Hub Kemenpar.

“Termasuk bagi para pelaku industri pariwisata Bintan dalam pembuatan Super Dragon Inspired Tourism Hub package dengan merujuk itinerary, akomodasi, dan sightseeing places yang boyband tersebut kunjungi,” terangnya.

Nia menambahkan, sepanjang Januari hingga Desember 2018, jumlah wisatawan Jepang ke Indonesia mengalami penurunan 7,45% dibanding periode sama tahun 2017. Jumlah wisatawan Jepang selama 2018 sebanyak 530.573, sedangkan pada 2017 mencapai 573.310.

“Sumber BPS dan hasil survei Kemenpar 2019, umumnya wisatawan Jepang menghabiskan waktu 6-7 hari dengan rata-rata pengeluaran sebesar USD 1,360.28 untuk sekali berkunjung ke Indonesia,” ungkapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, Tourism Hub adalah salah satu dari 3 program super-extraordinary Kemenpar tahun 2019, selain Border Tourism dan Low Cost Terminal. Tujuannya men-tapping penambahan kedatangan wisatawan mancanegara melalui hub-hub utama seperti Singapura dan Malaysia.

“Untuk Pasar Jepang, kita memfokuskan Singapura sebagai hub dengan destinasi Batam dan Bintan,” bebernya.

Menurut Menpar Arief, latar belakang tersebut menjadi pendorong Kemenpar dalam meningkatkan berbagai upaya promosi pariwisata Indonesia di Jepang. Ditambah lagi, tahun ini Kemenpar menargetkan kunjungan wisatawan asal Jepang sebanyak 657.700 orang.(yaya)