EKONOMI & BISNIS

Harga minyak menguat ditopang anjloknya persediaan AS

fokusmedan : Harga minyak mentah menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), dan menetap di level tertinggi tiga tahun, setelah data pemerintah AS menunjukkan penurunan dalam persediaan dan produksi minyak mentah, sekalipun persediaan bahan bakar minyak naik.

Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan persediaan minyak mentah AS turun 4,9 juta barel pekan lalu, lebih tinggi dari perkiraan penurunan 3,9 juta barel. Namun kenaikan yang lebih besar dari perkiraan pada stok bensin dan bahan bakar minyak mengimbangi penarikan tersebut.

Para analis mengatakan bahwa hal itu bisa terjadi akibat suhu dingin yang ekstrem di seluruh Amerika Serikat.

“Penurunan yang lebih rendah pada persediaan minyak mentah, dikombinasikan dengan kenaikan kuat pada persediaan produk adalah berita bearish untuk harga. Tapi pelaku pasar juga bisa menggunakan penurunan tajam dalam produksi sebagai alasan untuk membeli,” kata Carsten Fritsch, analis minyak di Commerzbank AG di Frankfurt, Jerman.

Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) menetap di 63,57 dolar AS per barel, naik 61 sen atau 1,00 persen, penyelesaian tertinggi sejak Desember 2014. Sebelumnya pada sesi ini, harga sempat mencapai 63,67 dolar AS, tertinggi sejak 9 Desember 2014.

Sementara itu, dikutip dari merdeka.com, harga minyak mentah Brent berakhir di 69,20 dolar AS per barel, naik 38 sen. Sesi tertinggi untuk acuan global adalah 69,37 dolar AS, tertinggi sejak Mei 2015.(yaya)