NASIONAL

ICW sebut Pansus angket KPK cuma manfaatkan Mahfud MD

fokusmedan : Indonesian Corruption Watch (ICW) menilai, Panitia khusus (Pansus) angket KPK hanya menjadikan Mahfud MD sebagai kedok saja. Koordinator Divisi korupsi Politik, Donal Fariz menyampaikan, terdapat lima ahli yang diundang pansus untuk memberikan keahlian, salah satunya Mahfud.

“Ada lima orang ahli yang diundang oleh mereka (pansus), yaitu Yusril Ihza Mahendra, Zain Badjeber, Muhammad Sholehuddin, Romli Atmasasmita, dan Mahfud MD,” ujar Donal saat konferensi pers di Kantor ICW, Jakarta, Minggu(27/8).

ICW menilai, empat dari lima ahli yang diundang terkesan mendukung dan menguntungkan pansus. Dan hanya satu yaitu Mahfud MD yang dianggap merugikan pansus.

“Satu (Mahmud MD) yang kemudian dianggap merugikan pansus karena mempersoalkan legalitas pansus itu sendiri. Itupun diundang karena di sosial media sudah heboh untuk menantang pansus mengundang Mahfud,” katanya.

Dikutip dari merdeka.com, ICW menganggap, dalam pemilihan ahli ini terdapat unsur kesengajaan dengan cara memilih ahli-ahli yang akan mendukung opini pansus.

“Misalnya itu ya pansusnya legal, maka diundanglah ahli yang mendukung pansus itu legal. Opini sejak awal dibangun KPK itu bobrok, maka diundanglah ahli yang menilai KPK itu bobrok,” ujarnya.

Sebagai pembuktian, Donal menuturkan, pernyataan yang disampaikan Mahfud mengenai legalitas tidak dihiraukan sedikitpun.

“Prof Mahfud ketika diundang ke pansus menyatakan bahwa pansus tidak sah melanggar UU MD3 pasal 79 ayat 3 dan pasal 199 ayat 3, tapi tidak dipakai,” ungkapnya.

ICW menduga, pansus mengundang Mahfud hanya sebagai kedok saja agar dianggap berimbang di mata masyarakat.

“Mereka mengundang Mahfud hanya sebagai alat legitimasi saja dan Mahfud hanya dijadikan stampel saja seolah-olah mereka (pansus) sudah berimbang kepada publik,” pungkasnya.(yaya)