NASIONAL

Indonesia serukan solusi dua negara atasi konflik Israel-Palestina

fokusmedan : Indonesia terus menekankan pentingnya mengatasi konflik yang berlangsung antara Palestina dan Israel, caranya dengan menerapkan solusi dua negara. Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri, AM Fachir dalam Konferensi Perdamaian Internasional.

“Konflik Palestina-Israel telah berlangsung terlalu lama. Sudah saatnya masyarakat internasional mengambil tindakan nyata untuk mewujudkan perdamaian di Timur Tengah melalui solusi dua negara,” tegas Fachir di hadapan delegasi internasional di Paris, Prancis, Minggu (15/1).

Wamenlu menekankan perdamaian di Timur Tengah, khususnya kemerdekaan Palestina, hanya dapat dicapai apabila seluruh isu utama (core issues) seperti pemukiman ilegal, pengungsi Palestina, status kota Yerusalem, status perbatasan dan masalah keamanan serta air dapat diselesaikan.

Oleh karena itu Indonesia menyambut baik pengesahan Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2334 tentang Pemukiman Ilegal Israel di Palestina pada 23 Desember 2016 lalu. Hal itu sebagai bukti negara ini selalu mendukung Palestina melalui dukungan politik, kemanusiaan dan peningkatan kapasitas.

Posisi tersebut adalah mandat Konstitusi Indonesia dan program prioritas Kabinet Kerja Presiden Jokowi.

Dikutip dari merdeka.com, Konferensi itu dihadiri 70 negara ini mengusung tiga agenda utama terkait perdamaian di Timur Tengah, yaitu menciptakan insentif untuk perdamaian bagi kedua pihak, peningkatan kapasitas bagi negara Palestina, dan mempromosikan dialog antara warga sipil kedua pihak.

Prancis mengundang Indonesia karena dinilai bisa memberikan kontribusi penting bagi perdamaian di Timur Tengah. Undangan tersebut sekaligus pengakuan masyarakat internasional terhadap komitmen dan dukungan penuh Indonesia terhadap kemerdekaan dan perjuangan mendapatkan hak-hak dasar Rakyat Palestina.

Konferensi ini merupakan kelanjutan dari Pertemuan Tingkat Menteri di Paris tanggal 3 Juni 2016 lalu yang dihadiri Menlu Retno.

Konferensi ini berhasil mengesahkan Deklarasi Bersama (Joint Declaration) yang menyatakan kesiapan negara-negara untuk mengambil langkah-langkah mencapai solusi dua-negara di mana Palestina dan Israel hidup berdampingan.(yaya)