EKONOMI & BISNIS

Ini alasan ESDM usulkan subsidi Solar diubah menjadi Rp 1.500 per liter

fokusmedan : Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyerahkan keputusan mekanisme tambahan subsidi solar ke Kementerian Keuangan. Penambahan subsidi Solar bertujuan untuk meringankan beban PT Pertamina (Persero).

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengatakan Kementerian ESDM telah mengusulkan tambahan subsidi Solar sebesar Rp 1.000 per liter, dari sebelumnya Rp 500 per liter. Jika dikabulkan maka subsidi Solar menjadi sebesar Rp 1.500 per liter.

“Kan usulan ESDM itu tambahan subsidi. Nah itu Kita usulkan segitu (jadinya Rp 1.500). Kita tunggu dari keuangan,” kata Arcandra, di Jakarta, Sabtu (19/5).

Dikutip dari merdeka.com, Arcandra mengungkapkan, usulan tambahan subsidi Rp 1.000 per liter mempertimbangkan arus kas Pertamina. Sebab, saat harga minyak dunia naik pemerintah memutuskan harga Solar tetap, tidak mengikuti pergerakan harga minyak.

“Nentuin Rp 1.000 itu di lihat dari cash flownya Pertamina seperti apa. Memang dibutuhkan tambahan subsidi,” tutur Arcandra.

Menurut Arcandra, usulan tambahan subsidi Solar akan diolah Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan terlebih dahulu. Sedangkan untuk mekanisme sumber tambahan subsidi, Kementerian ESDM juga menyerahkan keputusan sepenuhnya pada Kementerian yang dipimpin Sri Mulyani tersebut.

“Nanti diolah sama BKF dan Tim Bu Ani (Sri Mulyani). Coba Tanya Bu Ani. Kan bendahara negara dia,” tandasnya.(yaya)