Sel. Nov 19th, 2019

Ini peran para tersangka pembunuhan di Labuhan Batu

fokusmedan : Selain lima tersangka yang menghabisi nyawa Maraden Sianipar (52) dan Martua Parasian Siregar, pihak kepolisian masih memburu tiga tersangka lainnya.

Personel Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut hingga saat ini masih terus memburu ketiga tersangka yang berisinial JD RP dan HS.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian menjelaskan, dalam kasus ini, tersangka JH merupakan otak pelaku mengaku, usai menerima intruksi dari H  selaku pemilik PT Amalia merekrut dan mengarahkan para eksekutor untuk menjaga kebun dari para penggarap, dan jika ada yang melawan dan tidak mau diusir akan dibunuh terutama korban, Maraden Sianipar.

Selanjutnya, JH lalu memberikan dana operasional sebesar Rp1.500.000 kepada tersangka DS untuk berangkat dari Perdagangan – Siantar ke Berombang.

“Kemudian, setelah melakukan pembunuhan, ia menerima kiriman uang dari Wati selaku bendahara PT Amalia sebesar Rp40.000.000 dan membagikannya kepada JH  Rp7.000.000, DS alias sebesar Rp 17.000.000, HS Rp 9.000.000, dan JH Rp 7.000.000,” ujarnya kepada fokusmedan.com, Jumat (8/11).

Ia memaparkan, adapun peran dari para masing-masing eksekutor, sesuai keterangan tersangka JH, yakni VS berperan memukul Maraden dengan kayu, menarik korban dan memasukkan korban ke dalam parit bekoan. Kemudian SH berperan memukul Maraden dengan menggunakan kayu bulat panjang, lalu bersama VS menyeret korban dan memasukkannya ke dalam parit bekoan.

Sedangkan DS berperan merekrut RP untuk menghabisi grup Maraden. Kemudian membacok kepala korban sebanyak 2 kali dan telapak tangan kiri korban sebanyak 1 kali, serta mencekik leher Sanjai, dan mendapat bagian Rp10.000.000 lalu memberikan uang operasional kepada RP sebesar Rp7.000.000.

Sedangkan tersangka H berdalih tidak ada berperan dalam peristiwa pembunuhan ini. Ia juga mengatakan dirinya bukan pemilik kebun, melainkan salah satu dari pemilik kebun kelapa sawi KSU Amelia itu adalah milik mertuanya.

“Selain itu, ia juga mengatakan mengenal JH sebagai Humas/Security kebun kelapa sawit Amelia. Namun untuk JS dan HS tidak dikenalnya,” jelasnya.

Tersangka H juga mengatakan tidak pernah menyuruh JH melakukan pembunuhan atau mencari pembunuh. Ia juga mengaku tidak pernah mengetahui bahwa Wita ada menstransfer uang Rp40.000.000 ke rekening tersangka JH.

“Sedangkan terhadap kedua korban, H juga mengaku tidak mengenalnya. Tetapi sebelum terjadi pembunuhan terhadap ke dua korban, pada pertengahan bulan Oktober 2019, H memang ada menghubungi tersangka JH untuk menanyakan mengapa tidak menjaga kebun milik mertuanya,” bebernya.

Tersangka H juga kembali berdalih tidak ada menyuruh JH melakukan pembunuhan terhadap Ranjo Siallagan dengan iming-iming uang sebesar Rp15.000.000. Ia pun mengatakan tidak ada membayar dan menyuruh tersangka JH untuk melakukan pembunuhan terhadap kedua korban.

“Jadi tersangka H mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa orang yang mengklaim dan menyatakan bahwa kebun kelapa sawit KSU Amelia adalah milik mereka. Termasuk tidak kenal dengan tersangka DS melainkan hanya namanya saja,” imbuhnya.

Sedangkan untuk para DPO, yakni tersangka JS, berperan mengejar korban Maratua menikam dan bagian perut sebanyak 1 kali. Ia juga berperan mengangkat dan membuang mayat kedua korban ke dalam parit bekoan dengan upah Rp7.000.000.

Begitu juga tersangka RP berperan menusuk perut korban Maraden sebanyak 4 kali, membacok bagian punggung korban Maraden sebanyak 3 kali, menusuk bagian bokong korban Maraden 1 kali.

“Ia juga menusuk perut korban Maratua sebanyak 4 kali, membacok bagian punggung korban Sanjai sebanyak 3 kali, dengan mendapat upah Rp7.000.000,” sebutnya.

Sedangkan tersangka HS berperan membacok korban sampai meninggal dunia. Tersangka HS sendiri mendapat bagian Rp9.000.000.

“Para tersangka akan dikenakan Pasal 340 Jo Pasal 338 dan atau Pasal 55, 56 KUHPidana, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur
Hidup dan atau selama-lamanya 20 Tahun,” tandasnya. (riz)