NASIONAL

Ini pesan keras dan tantangan Menko Luhut untuk pembenci pemerintah

fokusmedan : Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menjadi salah satu pembicara dalam acara Konferensi Geopark Nasional Indonesia pertama. Dalam kesempatan tersebut, Luhut menyampaikan rasa geram dengan semakin banyak berita bohong yang menyudutkan pemerintahan Jokowi-JK.

Padahal menurut Luhut, negara lain secara terbuka banyak memberi apresiasi terhadap pencapaian pemerintah saat ini. Apresiasi salah satunya bahkan disampaikan oleh Presiden World Bank Jim Yong Kim yang berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu.

“Kemarin ketika Presiden World Bank Jim Yong Kim datang, 2 hari saya dampingi beliau. Jadi banyak bicaralah. Tanya sama dia. Dia memberikan apresiasi luar biasa pada pemerintah ini. Dia bilang istilahnya extremly good what you have done so far,” ujarnya di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis (12/7).

“Dia bilang, dengan koordinasi yang sangat baik. Hubungan Presiden dan Wapres sangat baik, ‘selama saya menjabat 6 tahun sebagai presiden WB belum ada saya lihat negara berkembang seperti Indonesia sekarang’. Itu yang dia ngomong. Saya tidak mengada-ada. Melihat para menterinya begitu kompak menyelesaikan masalah stunting, menyangkut kebersihan dan sebagainya. Mereka itu mengapresiasi. Kadang saya lihat orang kita sendiri enggak mengapresiasi,” sambungnya.

Luhut berpesan, anak-anak zaman sekarang yang lebih dikenal dengan sebutan generasi milenial harus mulai menanamkan kejujuran agar tidak menjadi pembohong di masa tua. Dia menegaskan, berbeda pendapat memang hal biasa. Namun cara penyampaian perbedaan harus dilakukan dengan santun tanpa menyebar berita bohong.

“Jadi saya kira anak-anak muda yang ada di sini, Anda masa depan Indonesia. Jadi Anda belajar, berbeda pendapat itu boleh tapi kita jangan musuhan dan jangan memberikan informasi yang salah. Katakan itu benar kalau benar, katakan itu salah kalau salah. Karena kalau Anda sudah belajar bohong dari kecil nanti sampai tua suka bohong terus,” kata Luhut disambut tepuk tangan hadirin.

Pensiunan tentara tersebut juga menantang pihak-pihak yang suka menyudutkan pemerintah untuk berdebat secara terbuka dan membawa data mengevaluasi kinerja pembangunan yang telah dilakukan oleh pemerintah.

“Jadi saya titip saya agak keras masalah ini, mengingatkan yang seumur-umur saya itu. Yang dekat dekat saya lah. (Namanya) adalah, tak usah saya ngomong lah. Sudah mengerti lah. Saya memang suka kan agak nakal, karena mungkin tentara itu. You datang kemari bawa data. Kalau gue salah gue cium kaki lu. Kalau lu salah lu cium kaki gue. Jantan, satria. Jangan berani ngomong ngomong aja. Lu berani enggak di challange? datang, gitu,” tandasnya.(yaya)