EKONOMI & BISNIS

Ini strategi BTN kejar kenaikan laba 20 persen di 2017

fokusmedan : PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menargetkan kenaikan penyaluran pinjaman akan sebesar 21 persen-23 persen di 2017. Kemudian, Dana Pihak Ketiga (DPK) dibidik tumbuh 22 persen-24 persen pada tahun Ayam Api ini.

Sejalan dengan target tersebut, BBTN membidik laba bersih tumbuh di atas sekitar 20 persen.

Direktur Utama Bank BTN, Maryono mengatakan, pihaknya akan tetap mengandalkan KPR sebagai fokus utama bisnis. Peningkatan KPR juga dilakukan sejalan dengan komitmen Bank BTN mendukung Program Sejuta Rumah yang diinisiasi Presiden Joko Widodo.

“Untuk memperkuat struktur pendanaan, Bank BTN pun akan meningkatkan porsi dana murah, mencari pinjaman luar negeri, dan menerbitkan surat utang serta sekuritisasi. Penguatan dana murah dilakukan dengan menggelar berbagai rangkaian promosi hingga undian berhadiah,” kata Maryono di Jakarta, Senin (13/2).

Pada era digital saat ini, Bank BTN terus memoles layanan digital perseroan untuk memacu pengucuran KPR dan merebut dana murah. Salah satunya dengan menambah gerai dan outlet digital sesuai dengan tahapan transformasi digital BTN yang dilakukan sejak tahun 2015.

“Transformasi ini dilakukan untuk mendukung bisnis perseroan sekaligus menggarap generasi milenial yang kini kian fasih dengan teknologi,” katanya.

Sementara itu, dikutip dari merdeka.com, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN juga turut menorehkan raihan laba bersih yang positif. Per Desember 2016, laba bersih UUS Bank BTN tercatat naik 44,98 persen (yoy) dari Rp 260,33 miliar di Desember 2015 menjadi Rp 377,42 miliar.

Perolehan laba bersih itu disumbang penyaluran pembiayaan senilai Rp 14,22 triliun di Desember 2016 atau naik 26,74 persen (yoy) dari Rp 11,22 triliun. Kualitas pembiayaan pun terjaga dengan non-performing financing (NPF) sebesar 1,01 persen per Desember 2016, menurun dari 1,66 persen di bulan yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan penyaluran pembiayaan ini juga turut mengerek naik aset unit syariah sebesar 36,6 persen (yoy) dari Rp 13,27 triliun per Desember 2015 menjadi Rp 18,13 triliun di Desember 2016. Di sisi lain, DPK yang dihimpun UUS Bank BTN naik 35,35 persen (yoy) dari Rp 11,11 triliun di akhir 2015 menjadi Rp 15,03 triliun di periode yang sama tahun berikutnya.(yaya)