Ming. Sep 22nd, 2019

Irjen Firli jadi Ketua KPK, Polri Puji Seleksi di DPR Berjalan Akuntabel

fokusmedan : Komisi III DPR menunjuk Kapolda Sumatera Selatan Irjen Firli Bahurisebagai Ketua KPK periode 2019-2023. Penunjukkan Firli ini setelah melalui uji kelayakan dan kepatutan sebagai capim KPK.

Polri memuji kinerja anggota DPR melaksanakan seleksi terhadap para capim KPK secara demokratis dan transparan.

“Jadi publik semua bisa melihat, karena disiarkan secara live langsung, kemudian juga secara akuntabel dan sesuai dengan kompetensinya,” kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (13/9).

Menurutnya, hubungan antara Polri dan KPK sudah solid terkait pemberantasan korupsi. Terlebih, dalam melakukan penangkapan, penyitaan, penggeledahan serta kegiatan-kegiatan supervisi terhadap kasus-kasus korupsi yang ditangani oleh Polri.

Meski demikian, dikutip dari merdeka.com, Dedi belum mengetahui mekanisme pengunduran diri Firli yang masih menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan.

“Wah nanti saya tanyakan ke SDM dulu ya mekanismenya, apakah beliau langsung nanti ada pengganti siapa penggantinya, menunggu sampai dengan menjelang pelantikan, itu ada mekanismenya, nanti saya tanyain dulu,” tutupnya.

Empat komisioner terpilih lainnya, yakni Alexander Marwata (Komisioner KPK), Nurul Ghufron (Dosen), Nawawi Pomolango dan Lili Pintauli Siregar (Advokat).

Proses pemilihan dilakukan dengan voting. Masing-masing anggota komisi yang berjumlah 56 anggota berhak memberikan suaranya. Satu anggota memilih lima nama calon. Filri mendapat 56 suara. Sempurna.

Berikut hasil voting capim KPK periode 2019-2023 berdasarkan suara terbanyak:

1. Firli Bahuri (Anggota Polri) 56 suara
2. Alexander Marwata (Komisioner KPK) 53
3. Nurul Ghufron (Dosen) 51 suara
4. Nawawi Pomolango (Hakim) 50 suara
5. Lili Pintauli Siregar (Advokat) 44 suara

Sementara lima capim KPK lainnya mendapat suara:

6. Sigit Danang Joyo, (PNS Kementerian Keuangan) 19 suara
7. Luthfi Jayadi Kurniawan (Dosen) 7 suara
8. Roby Arya B (PNS Sekretariat Kabinet) 0 suara
9. Johanis Tanak (Jaksa) 0 suara
10. I Nyoman Wara (Auditor BPK) 0 suara