EVENT

JAPFA evaluasi perubahan di 8 SDN di Deli Serdang Sumatera Utara

fokusmedan : PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) sejak bulan maret telah melakukan pendampingan di 8 Sekolah Dasar Negeri di Kab. Deli Serdang untuk membangun sistem dan budaya PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) serta Konsumsi Makanan Bergizi melalui program JAPFA4Kids.

Upaya tersebut diwujudkan oleh JAPFA dengan menugaskan dua orang pendamping lapangan untuk mengawal perubahan di 8 Sekolah Dasar yang menjadi target program selama 6 bulan kegiatan.

“JAPFA ingin memastikan perubahan yang terjadi di sekolah tidak hanya di tingkat pengetahuan semata tetapi juga terbangun secara sistemik sehingga perubahan dapat terus berkesinambungan pasca intervensi program,” ujar Anwar Tandiono, Head of Unit PT Indojaya Agrinus kepada fokusmedan.com, Rabu.

“Harapannya sepanjang pelaksanaan program terdapat perubahan sistem di sekolah dan terbentuk perilaku positif pada siswa dan guru dengan memposisikan guru sebagai motor perubahan,” lanjut Anwar.

Program pendampingan yang telah dilakukan JAPFA sejak bulan maret tersebut memiliki fokus untuk dilakukan dengan membentuk kader dalam dalam beberapa aspek perubahan.

Pada tahap awal pendampingan, JAPFA4Kids membentuk Duta Anak Sehat, Duta Makanan Sehat, dan Duta Lingkungan Sehat. Ketiga duta tersebut dipilih dari anak-anak dari setiap sekolah peserta. Setiap dari mereka memiliki tanggungjawab untuk membuat, merancang, dan menjalankan program di sekolah dengan mengajak dan menginspirasi teman-teman sebaya.

“JAPFA percaya bahwa perilaku yang ditularkan oleh teman sebaya memiliki dampak yang besar, karenanya upaya untuk mendorong perubahan harus meletakkan anak sebagai pelaku utama,” Jelas Anwar. “Guru berperan sebagai pendorong dan motor untuk membangun sistem yang lebih kuat di sekolah sehingga perubahan tidak hanya pada tataran perilaku tetapi juga terbentuk mekanisme sistemik di sekolah,” lanjut Anwar.

*Evaluasi Program*

Setelah tiga bulan berjalan, JAPFA melakukan evaluasi program dengan mengajak sekolah untuk mengukur bersama sejauhmana perubahan telah terjadi di sekolah mereka. Kegiatan evaluasi dilakukan selama dua hari dengan mengambil format kompetisi, sharing, dan eksibisi.

“Untuk mengukur kemajuan sekolah, kami mengajak komite dari masing-masing sekolah untuk sharing sejauhmana perubahan telah dilakukan dalam pelaksanaan manajemen tata kelola sekolah,” jelas R. Artsanti Alif, Head of Social Investment & Corporate Communication JAPFA.

“Sedangkan untuk duta makanan sehat kami mengajak anak-anak untuk berkompetisi memasak namun dengan menggunakan bahan makanan yang dari hasil panenan di kebun sekolah,” lanjutnya.

Tiga bulan sebelumnya seluruh guru setiap sekolah telah mengikuti pelatihan manajemen tata kelola sekolah berbasis manajemen jepang (5S). Kemudian setelah selesai pelatihan, setiap sekolah diminta membentuk komite sekolah yang bertugas untuk mengawal perubahan di tingkat sekolah.

Sedangkan untuk anak-anak mereka mendapatkan yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan Duta Makanan Sehat selama pendampingan mereka diajak untuk mengelola kebun sekolah. Anak-anak diajak untuk mengenali sumber makanan yang mereka nikmati sehari-hari serta memahami komponen gizinya.

“Perubahan akan terjadi dan berlangsung terus apabila anak-anak memahami esensinya,” jelas Artsanti. “dengan secara langsung terlibat dan menjadi pelaku perubahan menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran di benak anak-anak pentingnya PHBS dan konsumsi makanan bergizi,” imbuhnya.

Selain kegiatan kompetisi dan sharing, pada hari kedua kegiatan juga dilaksanakan pemeriksaan kesehatan, pembagian paket gizi, dan gebyar budaya. Berbeda dengan kegiatan yang dlakukan sebelumnya, pada kegiatan kali ini diadakan kompetisi LISA BILAH (Lihat Sampah Ambil Pilah). Melalui kegiatan tersebut, setiap sekolah berkompetisi untuk mengumpulkan sampah yang ada di sektiar lokasi acara. Sekolah yang mengumpulkan sampah terbanyak akan mendapatkan hadiah.

“Budaya membangun lingkungan sehat harus dimulai dari perilaku sederhana,” ujar Artsanti. “Kami ingin menunjukkan contohnya dalam gebyar budaya kali ini dengan kegiatan LISA BILAH,” imbuhnya.

Selain berbagai kegiatan yang sudah tersebut diatas sejumlah 2.396 siswa dan 163 Guru dari SDN 101887, 105330, & 101895 Bangun Sari, Pesantren Modern Al-Mukhlisin, dan SDN 104233 Bandar labuhan di Kecamatan Tanjung Morawa serta SDN 101856, 101857 & 101864 Gunung Rintih di Kecamatan STM Hilir kabupaten Deli Serdang juga mendapatkan kesempatan untuk melihat eksibisi catur simultan.

Master Internasional Tirta Candra Purnama yang juga merupakan anggota JAPFA Chess Club kali ini bertanding melawan lebih dari 20 siswa SD dalam ajang Catur Simultan. Seluruh peserta yang bertanding di Catur Simultan sebelumnya telah mendapatkan pembekalan dan pelatihan dari MI Tirta Chandra Purnama sehari sebelumnya. Mereka yang terpilih adalah pecatur yang memiliki bakat dan potensi tersembunyi untuk menjadi pecatur nasional.

“JAPFA4Kids telah dilaksanakan JAPFA selama lebih dari satu dekade. Pada tahun ini, JAPFA melakukan inovasi program dengan tujuan agar pendekatan program sosial perusahaan senada dengan prinsip keberlanjutan dan berkesinambungan serta prinsip investasi sosial,” papar ARtsanti. “Prinsip Investasi sosial berarti berbagai program yang dilakukan JAPFA dapat berkembang dan bertumbuh di masyarakat secara mandiri pasca intervensi program,” tutup Artsanti.(ril)