Ming. Sep 22nd, 2019

Jepang Sampaikan Protes Atas Latihan Militer Korsel di Pulau Sengketa

fokusmedan : Pemerintah Jepang menyampaikan protes terhadap latihan militer Korea Selatan yang dilakukan di pulau kecil yang diklaim oleh Jepang yang disengketakan. Kementerian luar negeri Jepang telah menyampaikan protes dengan Korea Selatan yang meminta mereka untuk mengakhiri latihan tersebut.

“Pulau itu jelas merupakan bagian yang tak terpisahkan dari wilayah Jepang,” kata Direktur Jenderal di Biro Urusan Asia dan Oceania, Kenji Kanasugi kepada Kedutaan Besar Korea Selatan di Tokyo, dilansir Reuters, Minggu (25/8).

Perselisihan antara Tokyo dan Seoul terjadi sejak lama mengenai kedaulatan kelompok pulau yang disebut Takeshima dalam bahasa Jepang dan Dokdo di Korea, yang terletak sekitar setengah jalan anatara tetangga Asia Timur di Laut Jepang, yang dikenal sebagai Laut Timur.

Ketegangan di kawasan itu melonjak di tengah pertikaian politik dan ekonomi yang memburuk antara Korea Selatan dan Jepang, rangkaian peluncuran rudal oleh Korea Utara, dan semakin ketatnya patroli militer oleh China dan Rusia.

Korea Selatan mengumumkan pembatalan pakta berbagi intelijen dengan Jepang pada Kamis lalu, menarik protes cepat dari Tokyo dan memperdalam perselisihan yang telah berlangsung selama puluhan tahun tentang sejarah yang telah melanda perdagangan dan melemahkan kerja sama keamanan atas Korea Utara.

Hubungan antara Korea Selatan dan Jepang mulai memburuk pada akhir tahun lalu setelah perselisihan diplomatik mengenai kompensasi pekerja paksa masa perang selama pendudukan Jepang di Korea.

Keadaan ini jauh lebih buruk ketika Jepang memperketat pembatasan ekspor bahan-bahan teknologi tinggi yang dibutuhkan oleh industri chip Korea Selatan, dan pada bulan ini Tokyo mengatakan akan menghapus status ekspor jalur cepat Korea Selatan. Pulau-pulau yang disengketakan telah lama menjadi salah satu wilayah pertikaian paling sensitif bagi Korea Selatan dan Jepang.

Pejabat pertahanan Korea Selatan mengatakan latihan militer dijadwalkan akan dimulai pada hari Minggu, dan akan melibatkan angkatan laut, udara, dan pasukan. Latihan pertahanan di sekitar pulai biasanya dilakukan dua kali setahun, namun latihan saat ini ditunda karena hubungan yang memburuk, kantor berita Yonhap melaporkan.

Pada bulan Juli, dikutip dari merdeka.com, Korea Selatan dan Jepang menanggapi apa yang mereka lihat sebagai pelanggaran ruang udara mereka di dekat pula-pulai dengan pesawat militer Rusia.(yaya)