Rab. Okt 16th, 2019

Jokowi Ingin Jadikan Labuan Bajo Jadi Kawasan Wisata Premium

fokusmedan : Presiden Joko Widodo atau Jokowi ingin menjadikan Labuan Bajo di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi kawasan wisata premium atau menegah atas. Untuk itu, Jokowi meminta agar pembangunan sejumlah infrastruktur pariwisata di Labuan Bajo dipercepat.

“Segmentasi yang mau kita ambil di sini beda. Segmentasi yang premium. Oleh sebab itu, penataan kawasan Labuan Bajo penting sekali,” ujar Jokowi usai meninjau kawasan wisata Puncak Waringin di Kabupaten Manggarai Besar NTT, Rabu (10/7/2019).

Saat peninjaun, mantan Gubernur DKI Jakarta itu  sempat menyusuri area pedestrian yang berjarak kurang lebih 100 meter dari kawasan Puncak Waringin. Jokowi memastikan bahwa penataan pedestrian di kawasan tersebut akan rampung 2020.

“Kita akan buat trotoar, tahun ini mulai, sampai ke ujung. Sehingga turis bisa menikmati view yang ada di depan sana,” ucapnya.

Mantan Wali Kota Solo itu berencana menjadikan Puncak Waringin sebagai pusat kerajinan tangan di Labuan Bajo. Selain itu, pemerintah juga akan membenahi dan mengembangkan sektor air minum dan sanitasi di kawasan Labuan Bajo.

Untuk mewujudkan Labuan Bajo menjadi pariwisata internasional, Jokowi meminta agar terminal serta landasan pacu di Bandara Komodo rampung 2020. Penataan pelabuhan dan pelebaran jalan menuju lokasi wisata untuk lebih mendukung arus wisatawan juga akan dilakukan.

“Ini memang total penataannya,” katanya.

Dikutip dari merdeka.com, dia berharap penataan dapat diselesaikan sesegera mungkin. Setelahnya, Jokowi meminta pemerintah setempat mulai membuat dan mengemas atraksi wisata baru yang dapat menarik wisatawan asing untuk berkunjung ke Labuan Bajo.

“Baru kita bicara bagaimana mengemas _event-event_ seni dan budaya yang ada di sini. Kemudian juga promosinya seperti apa,” jelas Jokowi.

Usai meninjau kawasan Puncak Waringin, Jokowi beserta rombongan juga meninjau rencana kawasan pengembangan wisata baru di sekitar Pelabuhan Labuan Bajo.

Kawasan sekitar pelabuhan tersebut nantinya akan terdiri atas hotel, kawasan terpadu Marina, dan area komersial. Penataan tersebut akan mengubah wilayah pelabuhan yang sebelumnya kumuh dan tak tertata menjadi sebuah kawasan wisata baru.

“Ke depan akan ada 180 kamar hotel, kemudian di depan kita persis bisa parkir 80 boats yang akan parkir di sini. Insya Allah selesai Desember tahun ini. Kemudian marinanya bulan Juni 2020,” tutur Dirut ASDP Ira Puspadewi di Kawasan Terpadu Marina.(yaya)