Jokowi: Jangan Sebar Gosip dan Kabar Aneh Tentang Rupiah

jokowi-jangan-sebar-gosip-dan-kabar-aneh-tentang-rupiah

fokusmedan : Presiden Joko Widodo mengatakan, mencintai Rupiah merupakan salah satu wujud kecintaan terhadap kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Jokowi mencontohkan, setiap masyarakat bertransaksi, tidak bertransaksi dengan mata uang negara lain. Setiap lembar Rupiah, kata Jokowi, adalah bukti kemandirian bangsa di tengah ekonomi dunia.

“Dan dalam setiap lembar rupiah kita tampilkan gambar pahlawan nasional, tari nusantara, dan pemandangan alam sebagai wujud budaya dan karakteristik bangsa,” kata Jokowi dalam sambutannya di peresmian pengeluaran dan pengedaran uang rupiah tahun emisi 2016 di Function Room Gedung Thamrin, Bank Indonesia, Senin, dilansir merdeka.com.

Jokowi mengajak seluruh masyarakat di Tanah Air untuk terus mencintai rupiah dengan cara nyata, yakni dengan selalu menggunakan rupiah dalam setiap transaksi keuangan di dalam negeri, menyimpan tabungan dalam bentuk rupiah.

Jokowi juga mengatakan, jika mencintai rupiah, dia meminta kepada masyarakat untuk tidak menyebar gosip aneh dan kabar bohong tentang rupiah.

“Karena menghina rupiah sama saja dengan menghina Indonesia. Rupiah tidak akan diganti dan tidak akan tergantikan,” ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan, Rupiah merupakan ciri khas dan identitas Indonesia, maka ia meminta semua pihak untuk menjaga martabat dan kedaulatan rupiah di negara kesatuan republik Indonesia dan di seluruh dunia.

Usai menyampaikan sambutannya, Jokowi bersama Gubernur BI dan Menteri Keuangan secara resmi meluncurkan pengeluaran dan pengedaran uang rupiah tahun emisi 2016.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Suhaedi menjelaskan, uang Rupiah kertas yang akan diterbitkan terdiri dari nilai nominal Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000. Sedang uang Rupiah logam terdiri atas pecahan Rp 1.000, Rp 500, Rp 200, dan Rp 100.

“Uang baru tersebut akan dilengkapi dengan unsur pengamanan yang lebih kuat untuk menanggulangi peredaran uang palsu. Antara lain melalui penguatan unsur pengaman antara lain dilakukan melalui color shifting, rainbow feature, latent image, ultra violet feature, tactile effect, dan rectoverso,” kata Suhaedi seperti ditulis situs Setkab di Jakarta, Jumat (16/12).(yaya)