Sab. Sep 21st, 2019

Jokowi Sebut Terorisme dan Radikalisme Masih Jadi Ancaman

fokusmedan : Presiden Joko Widodo mengapresiasi Polri dan TNI yang telah menjaga agenda-agenda penting. Mulai dari Pilkada serentak, Asian Games, Asian Para Games, dan IMF-World Bank annual meeting 2018. Hingga tahun ini menyelenggarakan Pemilu serentak selama 8 bulan.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar. Alhamdulillah semua berjalan aman. Semua berjalan sangat sukses. Ini semua berkat kerja keras Polri yang bersinergi dengan TNI untuk itu saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya,” katanya dalam sambutan dalam peringatan HUT Bhayangkara ke-73 di halaman Monas, Jakarta Pusat, Rabu (10/6).

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan, kondisi pada hari besar agama juga berjalan dengan aman dan tentram. Bahkan, penanganan bencana juga dilakukan dengan cepat oleh TNI-Polri.

“Sekali lagi ini karena kerja sama Polri dan TNI yang sinergis, untuk saya ucapkan terimakasih. Namun kita tidak boleh berpuas diri,” tegasnya.

Ke depan, Jokowi melanjutkan, tantangan akan semakin kompleks. Pasalnya ancaman kejahatan lintas negara, seperti terorisme, perdagangan narkotika, perdagangan orang dan kejahatan siber akan mengancam Indonesia.

“Kejahatan yang mengganggu ketertiban sosial seperti konflik sosial kerusuhan massa dan unjuk rasa anarkis harus terus diantisipasi,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kejahatan pencurian kekayaan negara seperti illegal fishing, illegal logging, dan tindak pidana korupsi juga harus dicegah dan diberantas. Terorisme dan radikalisme juga masih berpotensi jadi tantangan serius.

Kemudian, perkembangan teknologi informasi juga mendukung kejahatan. Penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian menjadi ancaman untuk kerukunan, bagi persatuan, bagi kesatuan bangsa.

“Saya perlu menegaskan bahwa terorisme dan radikalisme masih berpotensi menjadi tantangan yang serius,” tegas Jokowi.

Untuk itu, mantan Wali Kota Solo itu mengingatkan, dibutuhkan kecerdasan dan kecepatan bertindak dari Polri. Kejahatan lintas negara seperti perdagangan narkotika human trafficking membutuhkan penanganan profesional.

“Semua harus ditangani polri secara profesional, akuntabel dan sinergi dengan lembaga lain,” tutupnya.

Diketahui dalam acara tersebut dihadiri juga Wakil Presiden terpilih Ma’ruf Amin, Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-9 Hamza Haz, serta jajaran menteri kabinet kerja.(yaya)