NASIONAL

Kabid Humas Poldasu sebut hak masyarakat untuk meminta perlindungan hukum ke LBH

fokusmedan : Kepolisian Daerah Sumatera Utara masih mendalami pemeriksaan atas kasus karyawan PT Musim Mas, berinisial F yang dituding bermain judi oleh pihak perusahaan tempatnya bekerja, Rabu (4/7) lalu.

Sebagaimana yang diketahui, F sendiri telah melaporkan kasus yang menimpanya tersebut ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, pada Selasa (10/7), guna memperoleh perlindungan hukum.

“Namanya masyarakat, melaporkan ke LBH karena tidak senang sah-sah saja. Namun kita tetap harus menyampaikan bahwa kasus tersebut masih dalam pemeriksaan,” ungkap Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja kepada fokusmedan.com, saat disinggung mengenai laporan F ke LBH Medan.

Tatan mengatakan, F memang sempat di bawa ke Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sumut untuk diperiksa. Sedangkan F sendiri, kata Tatan, diperiksa karena terindikasi telah melakukan permainan judi online.

“Tapi bagaimana perkembangan dari indikasi itu, kita masih menunggu jawaban dari Ditkrimsus, karena unit cyber ada di sana,” lanjutnya.

Tatan menjelaskan, meski sempat dibawa ke Polda Sumut dan dilakukan pemeriksaan, tetapi penahanan tidak dilakukan terhadap F.

Hanya saja, sambung Tatan, telepon genggam milik F belum dikembalikan, karena kasusnya masih ditangani di Ditkrimsus Polda Sumut.

“Iya, sempat dibawa kemari dan dilepaskan. Tapi telepon genggamnya belum dikembalikan. Itu yang dia merasa keberatan karena telepon genggamnya belum dikembalikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam aduannya ke LBH, F mengaku bahwa pada tanggal 4 juli 2018 lalu dirinya diancam dan dianiaya oleh pihak perusahaan tempatnya bekerja agar mengakui bermain judi.

Franses bahkan mengatakan dirinya dipaksa membuat surat pernyataan yang berisi pengakuan bahwa dirinya bermain judi meskipun tidak melakukannya.

Selanjutnya, beberapa saat setelah dipaksa menandatangani surat pernyataan, F kemudian dijemput pihak kepolisian Polda Sumut didampingi pejabat humas perusahaan tempatnya bekerja untuk dibawa ke Mapolda Sumut.

Setelah beberapa jam di periksa, F akhirnya dipersilahkan pulang tepat pada pukul 21.45 WIB tanggal 5 Juli 2018 usai kedatangan orangtuanya mempertanyakan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.