Sen. Des 16th, 2019

Kasus bayi lahir cacat di Madina, tunggu hasil lab

fokusmedan : Sampai sejauh ini, penyebab pasti dari kasus kelahiran cacat sejumlah bayi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih belum dapat disimpulkan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumut belum dapat memastikan penyebab pasti dari kasus kelahiran cacat sejumlah bayi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Kepala Dinkes Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, selain kemungkinan adanya faktor cemaran mercury, ada juga kemungkinan lain berupa gizi kurang yang menyebabkan tujuh kasus bayi yang lahir di Madina lahir dengan keadaan tidak normal.

“Sebab, kalau dia pencemaran lingkungan seperti ini harusnya terjadi dalam satu waktu dan dengan jumlah yang banyak. Tapi (kasus di Madina) kan tidak. Namun begitu kita tetap harus menunggu hasil pemeriksaan sample yang sudah dikirimkan ke Jakarta,” sebutnya, Senin (2/12).

Masalah gizi kurang pada ibu hamil, lanjutnya, memang dapat menciptakan kegagalan perkembangan janin dalam rahim. Sehingga, ketika sang bayi dilahirkan, akan sangat rentan dengan kondisi yang tidak normal.

Kemudian kasus spesifik pencemaran mercury ini pernah terjadi di Minimata Jepang diera tahun 1958. Namun berbeda dengan di Madina, yang terjadi di Minimata Jepang, pencemaran mercury ini berlangsung dalam jumlah yang besar dan dengan waktu yang bersamaan pada banyak orang.

“Namun, ini kan masih dalam pengamatan. Bisa kemungkinan gizi, kemungkinan pencemaran mercury juga bisa. Jadi tunggu hasil pemeriksaan lab nya seperti apa,” pungkasnya.(riz)