Ming. Sep 22nd, 2019

Keberadaan Restoran Cepat Saji Bisa Tingkatkan Risiko Masalah Jantung Daerah Tertentu

fokusmedan : Konsumsi makanan cepat saji selama ini telah diketahui sebagai hal yang berakibat buruk bagi kesehatan. Makanan jenis ini menyebabkan sejumlah masalah mulai dari yang ringan hingga yang berat.

Namun ternyata terdapat sebuah penelitian cukup mengejutkan yang masih berhubungan dengan makanan cepat saji ini. Tidak hanya makanan saja, namun keberadaan gerai makanan cepat saji ini ternyata juga bisa meningkatkan potensi masalah kesehatan.

Dilansir dari The Health Site, sebuah penelitian mengungkap bahwa daerah dengan jumlah restoran cepat saji lebih banyak memiliki jumlah kasus serangan jantung lebih tinggi. Temuan ini dipublikasikan pada European Heart Journal.

Diketahui bahwa setiap bertambah satu restoran makanan cepat saji, terdapat tambahan 4 kasus di antara 100.000 orang tiap tahunnya. Hal ini menjelaskan bahwa keberadaan restoran ini juga dapat tingkatkan kemungkinan masalah jantung.

Temuan ini juga cukup konsisten terjadi pada area perkotaan maupun perdesaan. Hasil ini menunjukkan pentingnya lingkungan tempat makan sebagai kontributor potensial kesehatan, ungkap peneliti Tarunpreet Saluja dari University of Newcastle di Australia.

Hasil temuan ini dilakukan pada 3.070 pasien di rumah sakit yang mengalami serangan jantung antara tahun 2011 hingga 2013. Dikutip dari merdeka.com, peneliti meneliti jumlah restoran cepat saji di lingkungan tempat tinggal pasien.

Peneliti membandingkan jumlah restoran di tiap daerah yang berbeda. mereka kemudian menganalisisnya untuk menemukan apakah kepadatan jumlah restoran cepat saji dan kejadian serangan jantung.

“Keberadaan restoran cepat saji di mana-mana merupakan hal yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan daerah perkotaan maupun perdesaan,” terang Saluja.

“Hasil penelitian ini menggarisbawahi dampak dari lingkungan makanan terhadap kesehatan. Sebagai tambahan untuk membatasi lokasi dan kepadatan restoran makan cepat saji, daerah sekitar harus memastikan akses yang baik terhadap supermarket yang memiliki makanan sehat,” jelas Jeroen Bax, profesor dari Universitas Leiden, Belanda.(yaya)