Ming. Jul 21st, 2019

Kejari Deliserdang ungkap kasus kredit agunan fiktif di Bank Sumut

fokusmedan : Kepala Kejaksaan Negeri Deliserdang Harli Siregar SH menggelar konfrensi pers terkait penanganan dugaan kasus korupsi sebesar 2,8 miliar di Bank Sumut KCP Tanjung Morawa pada tahun 2014 lalu.

Kasus korupsi yang melibatkan dua pejabat Kantor Cabang Pembantu Bank Sumut Tanjung Morawa ini dilakukan dengan modus permohonan kredit yang mana debitur tidak memiliki jaminan yang diagunkan.

Kajari Deliserdang Harli Siregar SH kepada fokusmedan.com, Selasa (23/4) mengatakan, dasar penyidikan kasus ini berdasarkan surat perintah Kajari Deliserdang Nomor 01 Tanggal 09 Januari 2019 yang menyatakan pihak KCP Bank Sumut Tanjung Morawa pada tahun 2013 menyalurkan kredit KPR rumah pada tujuh debitur.

Dimana tujuh debitur ini merupakan rekanan seseorang bernama Ciyu dengan jumlah ajuan sebesar 2,8 milyar yang masing-masing memiliki  flafon kredit 400 juta perorang.

Selanjutnya ajuan kredit tersebut diberikan Bank Sumut KCP Tanjung Morawa dan ini dinilai melanggar ketentuan kredit karena diberikan tanpa agunan saat diajukan.

Atas kasus ini, Kejaksaan Negeri Deliserdang akhirnya melakukan pemeriksaan terhadap 16 saksi yang terdiri dari pihak Bank Sumut, debitur dan notaris.

Kejaksaan pun telah melakukan penggeledahan di Bank Sumut untuk mencari bukti bukti dan setelah melakukan gelar perkara akhirnya menetapkan tiga tersangka.

”Ketiganya berinisial HMH mantan KCP Bank Sumut Tanjung Morawa, AS, mantan pimpinan Seksi Pemasaran dan C sebagai debitur,” ungkapnya kepada fokusmedan.com.

Ia menyebutkan, bila tidak mengindahkan panggilan maka para tersangka akan diterbitkan surat DPO.(putra)