Sel. Nov 19th, 2019

Kemenhub Sebut Jepang Hingga Malaysia Tertarik Kelola 128 Terminal Bus di Indonesia

fokusmedan : Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan terus menggenjot pembangunan terminal berkonsep Transit Oriented Development (TOD). Hal ini bertujuan agar pertumbuhan penggunaan bus di kalangan masyarakat kembali meningkat.

Direktur Prasarana Transportasi Darat Kemenhub, Risal Wasal, mengatakan ada banyak investor yang berminat untuk ikut bangun terminal jadi lebih modern.

“Dari 128 terminal yang kita punya, ada 56 investor yang minat kembangkan, tadinya 44. Lalu investor ada yang berasal dari Korea, Jepang, Malaysia, London (Inggris) juga kalau tidak salah,” tutur Risal di Jakarta, Jumat (8/11).

Bahkan, menurut Risal, ada investor asal Korea yang sudah menandatangani perjanjian kerjasama (MoU) dengan kontraktor asal Indonesia. Nantinya, pengembangan terminal akan dilakukan sepenuhnya oleh swasta, mulai dari desain bangunan, tata letak hingga urusan keamanan dan kebersihan.

“Akan kami serahkan ke swasta dengan masa konsesi 30 tahun. Di tahun ke-31, lahan akan menjadi milik pemerintah lagi,” ungkap Risal.

Selanjutnya, dikutip dari merdeka.com, pemerintah hanya sebatas mengelola operasional bus saja. Skema ini diklaim bisa mengembangkan terminal lebih cepat. Ketika sudah modern, orang-orang akan berdatangan ke terminal. Dan bukan hanya untuk naik, turun atau transit bus, namun untuk melakukan kegiatan lain.

“Ada yang kerja ke perkantoran, ada yang ke hotel, mal, jadi terminal akan ramai,” ujar Risal.(yaya)