Sel. Nov 12th, 2019

Kepung markas Korem Jayapura, warga bentrok dengan polisi

fokusmedan : Sekitar pukul 12.15 WIT, massa mengepung markas korem 172/PWY dan di depan kediaman Kasrem 172/PWY, di Jalan Raya Abepura-Padang Bulan, Papua. Warga emosi setelah terpengaruh kabar yang menyebut adanya pembakaran kitab suci yang dilakukan anggota TNI.

Sekitar pukul Pkl 14.00 WIT, rombongan Kasdam XVII Cendrawasih, Dandim 1701 Jayapura, dan Kapolresta Jayapura tiba di lokasi dan berupaya negosiasi dengan massa. Namun situasi tak terkendali dan sempat terjadi kekisruhan.

Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan duduk persoalannya. Dia mengatakan, tidak benar ada kejadian pembakaran kitab suci. Boy menegaskan bahwa itu hanya isu tak bertanggungjawab.

“Itu tidak benar, itu diisukan saja. Jadi begini, ada tumpukan kertas di bak sampah kemudian dibakar. Nah diisukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab kalau itu tumpukan bukunya alkitab,” ujar Boy kepada merdeka.com, Kamis (25/5).

Tim Polda Papua langsung menyambangi lokasi dan berdialog dengan massa. Tidak hanya itu, polisi dan TNI juga menyelidiki tumpukan kertas yang membuat warga menjadi emosi.

“Sekarang, tim Polda Papua dan Koramil di sini lagi menyelidiki tumpukan kertas itu. Jadi tidak benar itu dibakar langsung,” tegasnya.

Mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini juga membantah jatuhnya korban jiwa akibat bentrokan massa dengan polisi. Dia memastikan tidak ada korban tewas dalam peristiwa tersebut.

“Tolong dibantu ya mas diluruskan kabar itu, biar engga meluas,” ucapnya.

Saat dikonfirmasi merdeka.com, Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto belum memberikan respons.(yaya)