NASIONAL

Ketum Muhammadiyah ingatkan ormas tak seperti parpol, agar politik tidak kacau balau

fokusmedan : Organisasi massa (ormas) Muhammadiyah selamanya tidak akan masuk dan terlibat dalam arena politik praktis. Termasuk terlibat dukung-mendukung calon presiden di Pemilihan Presiden 2019. Salah satu ormas keagamaan terbesar di Indonesia itu akan tetap berada di garis khitah sebagai organisasi massa.

“Tidak masuk ke arena politik praktis kekuasaan, dukung-mendukung dan lain sebagainya,” kata Haedar Nashir, Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Minggu (12/8).

Dia mengingatkan ormas lain agar tidak terjun langsung dalam politik praktis. Termasuk memberi dukungan politik. karena itu tugas partai politik, bukan tugas ormas.

“Kalau ormas berpolitik kayak parpol, nanti lalu lintas dunia persilatan politik bisa kacau balau,” ungkapnya menambahkan.

Dikutip dari merdeka.com, Haedar mengingatkan, Muhammadiyah sebagai organisasi massa akan menjalankan politik moral kebangsaan. Muhammadiyah meminta agar warganya tetap memiliki pilihan politik terbaik dan menggunakan hak pilihnya.

“Kita imbau menggunakan hak politiknya dan memilih secara cerdas dan kritis. Lalu pilih siapapun yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri, kroni dan golongan,” katanya.

Haedar mengajak seluruh masyarakat untuk menghadirkan pemilu damai. Pilihan politik boleh berbeda, tetapi tidak perlu mencari justifikasi yang berlebihan, entah pada agama, etnik, sara, maupun argumen lain. Jangan sampai karena pilihan politik berbeda, bangsa terpecah belah.

“Jangan seolah-olah pasangan satu calon itu menjadi pembawa misi langit dan sebagainya, sementara yang lain membawa misi lain. Bagi kami, semua calon punya itikat baik dan warga bangsa harus memiliki itikat baik juga,” ucapnya.(yaya)