Ming. Des 15th, 2019

Kondisi Aman di Papua Disebut Tidak Lepas dari Peran BIN

fokusmedan : Situasi Papua pada 1 Desember kemarin berlangsung aman. Bahkan aparat berhasil menangkap puluhan simpatisan Papua merdeka saat hendak menuju lapangan Trikora Abepura untuk melaksanakan upacara 1 Desember 2019, yang disebut-sebut sebagai hari lahir Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Analis Intelijen dan Terorisme Stanislaus Riyanta mengatakan bahwa stabilnya keamanan Papua, bahkan pada tanggal 1 Desember kemarin karena peran intelijen terutama Badan Intelijen Negara (BIN) yang berhasil dalam operasi untuk menciptakan Papua yang aman dan damai.

“Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan tipikal kerja senyap, tapi tuntas. Bukan hanya masalah Papua tetapi pasca-Pilpres hingga pelantikan Presiden yang aman dan damai kemarin karena tangan dingin Budi Gunawan,” ujar Stanislaus Riyanta dalam keterangannya, Selasa (3/12).

Stanislaus menjelaskan, bahwa BIN di bawah kepemimpinan Budi Gunawan berperan signifikan dalam menciptakan situasi negara aman dan damai, termasuk dari sisi politik dan budaya.

Selain itu hubungan Budi Gunawan yang baik dengan institusi lain seperti Polri dan TNI dinilai bermanfaat dalam kolaborasi antarinstitusi negara, untuk menciptakan situasi yang aman.

“Tidak perlu meragukan kepemimpinan Budi Gunawan sebagai Kepala BIN. Meskipun jarang terekspose itulah ciri khas intelijen, bekerja dalam senyap, namun berhasil tuntas,” pungkas Stanislaus yang sedang menyelesaikan disertasi program Doktoral di Universitas Indonesia ini.

Sebanyak 20 orang simpatisan Papua merdeka ditetapkan oleh Polres Jayapura sebagai tersangka kasus makar. Mereka berasal dari 34 simpatisan Papua merdeka yang ditangkap tim gabungan Polres Jayapura, Sabtu (30/11).

Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon menjelaskan, dari 34 simpatisan Papua merdeka yang tergabung dalam Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) wilayah Distrik Demta dan Kabupaten Sarmi itu, ditangkap di pertigaan lampu merah Bandara Sentani. Mereka naik truk menuju lapangan Trikora Abepura untuk melaksanakan upacara 1 Desember 2019.

“Ke-34 aktivis tersebut kami tangkap saat hendak menuju lapangan Trikora Abepura untuk melaksanakan upacara peringatan 1 Desember 2019,” kata Victor di Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (2/12). Dikutip dari Antara.

Polisi mengamankan barang bukti berupa beberapa stel pakaian loreng dengan lambang bendera bintang kejora, berbagai macam senjata tajam dan kartu anggota TPNPB serta dokumen terkait west Papua.

Dari 20 orang itu, enam orang berinisial KA, WW, AI, AS, SS, PM dikenakan Undang-Undang Darurat terkait kepemilikan senjata tajam dan juga melakukan kegiatan makar pasal 106 dan pasal 2 ayat (1) KUHP.

Kemudian ada 13 orang berinisial SK, MI, MS, LI, SJ, RT, CHB, YW, YT, IB, YB, NM, MY yang kita persangkakan terkait kasus makar pasal 106 KUHP dan satu orang tersangka berinisial LK dipersangkakan terkait makar serta penghasutan pasal 106 dan pasal 160 KUHP, semuanya dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Sedangkan untuk 14 orang lainnya saat kami periksa tidak memenuhi unsur pidana sehingga kami bebaskan,” ujarnya.

34 simpatisan mengaku diperintah untuk melaksanakan kegiatan di lapangan Trikora Abepura pada 1 Desember. Polisi masih mendalami siapa yang menyuruh mereka.(yaya)