Ming. Des 15th, 2019

Kronologi Ledakan Granat Asap di Monas Melukai 2 TNI

fokusmedan : Ledakan terjadi di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (3/12) pagi. Insiden ini melukai dua anggota TNI Serka Fajar dan Praka Gunawan Yusuf.

Serka Fajar luka di tangan kiri dan jari lengan kanan sementara Praka Gunawan di paha. Keduanya kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta Pusat.

“2 Korban merupakan anggota TNI,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono bersama Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono saat menggelar konferensi pers di lokasi.

Irjen Gatot mengatakan, ledakan terjadi sekitar pukul 07.15 WIB. Hasil olah TKP dilakukan polisi ledakan berasal dari granat asap.

“Hasil olah TKP, ledakan diduga granat asap yang meledak,” kata Gatot.

Sementara itu, Pangdam jaya Mayjen Eko Margiyono mengatakan, kedua korban saat kejadian sedang berolahraga di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Keduanya merupakan anggota Garnisun Tetap I/Jakarta atau (Gartap I/Jakarta), yang lokasinya berada di timur kawasan Monas.

“Mereka anggota Makogratap yang kantornya ada di Medan Merdeka Timur. Di kawasan Monas ini memang banyak anggota TNI melakukan olahraga,” kata Mayjen Eko.

Penyelidikan Tunggu Korban Pulih

Polisi masih melakukan pendalaman termasuk asal muasal granat asap tersebut. Penyelidikan masih menunggu korban dirawat di RSPAD.

“Itu kita akan minta keterangan saksi di TKP. Kita akan kumpulkan informasi dari keterangan saksi, saksi dari orang-orang, TKP dan korban itu sendiri, jadi mungkin sore atau besok kita baru tanyakan ke korban bagaimana dapat granat asap itu,” kata Irjen Gatot.

Olah tempat kejadian perkara (TKP) juga sudah dilakukan dan dinyatakan selesai. Garis polisi juga sudah dibuka kembali.

Pantauan di lokasi, petugas labfor tampak membawa hasil olah TKP dan serpihan yang diduga berasal dari granat asap. Ceceran darah korban masih terlihat jelas di lokasi. Saat ini, kawasan Monas sudah kembali dibuka untuk umum. Jalanan di sekitarnya juga kembali normal dan bisa dilalui kendaraan.

“Untuk sekarang sudah disisir enggak ada lagi (granat) kita sisir sudah enggak ada. Jadi saya imbau jangan khawatir, saya dengan Pangdam saya amankan jangan khawatir,” ujar mantan asisten perencanaan (asrena) Kapolri, ini.

Polisi memastikan tidak ada peningkatan pengamanan di sekitar Jalan Medan Merdeka hingga Istana Negara pasca-ledakan granat di Monas. Ledakan terjadi di area sisi utara Monas, tepat berseberangan dengan Kantor Kementerian Dalam Negeri.

“Tidak ada, granat asap itu kan bisa dipegang siapa saja seperti dalmas seperti itu,” pungkas Irjen Gatot.

Kesaksian Warga

Salah satu saksi mata mendengar bunyi dentuman keras di Monumen Nasional (Monas). Dia adalah Pegawai Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monumen Nasional (Monas), Desi Arisandi (27).

Desi mendengar bunyi dentuman sekitar pukul 07.05 WIB. Saat itu dia tengah berjaga menunggu pengunjung yang hendak masuk ke kawasan Monas. Jarak antara sumber ledakan dengan Kantor UPK Monas sekitar 200 meter.

“Saya di sini cuma lima orang. Pas dengar suara ledakan pada panik,” ucap dia saat ditemui Liputan6.com.

Desi tak mengira bahwa ledakan berasal granat asap. Yang terpikir adalah orang terjatuh.

“Saya kira orang loncat dari atas,” ucap dia,

Desi menuturkan, akibat insiden itu waktu operasional Monas sempat tertunda selama dua jam.

“Biasanya jam 08.00 WIB sudah buka tapi karena ada kejadian ini buka jam 10.00 WIB,” ucap dia.(yaya)