Uncategorized

Kurangi Jumlah Penerbangan, Garuda Fokus Tingkatkan Keuntungan

fokusmedan : Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Akhsara Danadiputra (Ari Akhsara) mengatakan saat ini perusahaan tidak lagi hanya fokus pada utilitas pesawat saja. Melainkan akan fokus pada peningkatan profit atau keuntungan perusahaan. Seperti diketahui, maskapai tersebut telah merugi selama beberapa tahun terakhir.

“Garuda sebenarnya tidak lagi fokus pada utilisasi peswat, tapi kita lebih fokus pada margin atau profit,” kata Ari saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (27/1).

Dia menambahkan, peningkatan keuntungan itu akan dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan tingkat keterisian penumpang. Agar keuntungan lebih maksimal, Ari juga menyebutkan perusahaan akan mengurangi penerbangan ke beberapa tujuan.

“Kita inginkan penumpang lebih maksimum, tapi jumlah penerbangan kita kurangi, sehingga maksimum pendapatan kita naik,” terang dia.

Namun begitu, dia memastikan kebijakan pengurangan penerbangan itu, akan dibarengi dengan pengalihan rute ke sejumlah negara lain, seperti Moscow Rusia, Istanbul Turki dan Nagoya Jepang.

“Tentunya pasti akan berkurang pada slot -slot air crew dan cabin crew akan berkurang dan kita alihkan ke jalur luar negeri seperti Moscow, Istanbul dan Nagoya,” ujarnya.

Sebelumnya, Ari mengatakan jika Garuda Indonesia sudah bangkrut, berarti dirinya sudah tidak menjabat lagi sebagai dirut. Menurutnya, kata yang tepat untuk kondisi saat ini adalah penuh tantangan bukan kebangkrutan.

“Garuda saja ya jangan BUMN ya. Saya juga tidak berhak komen, siapa pak Prabowo. Sebagai CEO Garuda, jadi kalau bangkrut mungkin saya udah tidak di sini,” kata Ari di Kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (15/1).

Dikutip dari merdeka.com, dia mengungkapkan sejak tahun 2017 Garuda memang menderita kerugian. Namun seiring berjalannya waktu angka kerugiannya mengalami penurunan.

“Dari tahun 2017 kita rugi USD 237 juta itu sekitar Rp 3,6 triliun. Per September 2018 itu rugi USD 142 juta itu sekitar Rp 2 koma sekian Triliun. Listed company itu Garuda satu-satunya maskapai yang terbuka itu tidak ada yang ditutup-tupi,” ujarnya.(yaya)