NASIONAL

Mahasiswa unjuk rasa di Mapoldasu, minta usut sejumlah kasus di Palas

fokusmedan : Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Solidaritas Pemuda Mahasiswa Bersatu Pejuang Padang Lawas (SPMB P2) unjuk rasa di Mapolda Sumut, Selasa (18/12).

Dalam unjuk rasa tersebut, mahasiswa menuntut Bupati Padang Lawas, Ali Suran Harahap untuk segera ditangkap karena terindikasi sejumlah kasus.

“Kami meminta Kapolda Sumut agar mengusut tuntas berbagai perkara di Padang Lawas. Sebab selama ini penindakan hukum di Padang Lawas sangat lemah,” ujar koordinator aksi, Ahmad Rezki Hasibuan kepada fokusmedan.com.

Berbagai kasus dinilai tidak jelas penanganannya seperti pembangunan kantor Polres Padang Lawas yang bersumber dari dana CSR yang diduga melanggar aturan.

Kemudian kasus lainnya, operasi tangkap tangan (OTT) di Dinas Perizinan Padang Lawas yang menyeret Kepala Dinas Asreh Hasibuan.

Diduga pungli terhadap perusahaan-perusahaan yang di Palas bukan hanya dilakukan Asreh Hasibuan, tetapi turut melibatkan Bupati Palas Ali Sutan Harahap.

“Kami mensinyalir Bupati Palas diduga melakukan money politik pada Pilkada tahun 2018, dengan dibuktikan telah ditetapkannya sang bupati sebagai tersangka. Jaksa telah menetapkan P21, namun tidak dilakukan penahanan karena dianggap sebagai tindak pidana ringan,” ucapnya.

Selanjutnya dana hibah Kabupaten Tapanuli Selatan kepada Kabupaten Palas tahun anggaran 2013 sebagai penunjang kegiatan penyelenggaraan pemerintah Palas senilai Rp 2,5 milyar tidak dapat dipertanggungjawabkan. Mahasiswa menduga, Bupati Palas menggunakan anggaran tersebut untuk kepentingan dalam Pilkada tahun 2013.

“Bupati juga terindikasi kuat menilep anggaran pembangunan Mesjid Agung Palas dengan bersekongkol bersama kontraktor. Ini dibuktikan dengan kerugian negara pada 2015 sebesar Rp 350 juta, pada 2016 merugikan negara sebesar Rp 450 juta dan pada 2017 senilai Rp 1,7 milyar,” bebernya.

Mahasiswa meminta agar dugaan kasus penyelewengan dana yang terjadi di Padang Lawas untuk diusut dan akan terus melakukan aksi serupa jika tanggapan mereka tak kunjung dipenuhi.

Usai ditemui personel bidang Humas Polda Sunut dan bernegoisasi, akhirnya puluhan mahasiswa membubarkan diri dengan tertib.(riz)