Sab. Sep 21st, 2019

Mahfud MD Ungkap Ada Orang Arab Radikal Kabur ke Indonesia Bawa Jutaan Dolar

fokusmedan : Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD mengatakan, orang-orang radikal yang lolos dari penangkapan di Arab Saudi menaruh investasi mereka dengan membentuk sejumlah pesantren di Indonesia. Nilainya uang yang mereka bawa diduga mencapai jutaan dolar.

“Yang belum tertangkap akan lari ke Indonesia dengan membawa jutaan dolar untuk mendukung gerakan radikal,” kata Mahfud, Jakarta, Jumat (16/8).

Ahli hukum tata negara itu menjelaskan, diantara indikasi pesantren terpapar radikalisme biasanya tertutup atau bersifat eksklusif dari orang luar. Di pesantren itu juga dilarang memberikan penghormatan kepada Bendera Merah Putih dan lambang burung Garuda.

Sebaran pesantren yang diduga terpapar radikalisme ada di Yogyakarta dan Magelang. Mahfud menegaskan, pihaknya serius melihat adanya potensi tersebut dengan melakukan pemetaan.

“Apa yang sebenarnya terjadi, di mana petanya, apa yang akan kita lakukan menghadapi itu semua,” ujarnya.

Dikutip dari merdeka.com, Mahfud mengamini potensi radikalisme pasca Pemilu semakin menguat. Menurutnya, banyak masyarakat Indonesia kerap kali mengkafirkan muslim lainnya.

“Biasanya banyak pengikut gerakan radikal orang yang belajar cepat bahasa arab dan Al Quran, 3 hari bisa baca arab, tidak tahu tafsirnya, nahwu sharafnya, tiba-tiba membuat tafir di berbagai medsos, padahal yang dihadapi orang yang sudah lebih dari 50 tahun belajar agama, yang disalah-salahkan, dikafir-kafirkan,” terangnya.

Oleh karena itu, Gerakan Suluh Indonesia dalam diskusinya hari Jumat sore di Hotel JS Luwansa mengundang sejumlah tokoh untuk melakukan strategi dan pemetaan gerakan radikalisme.

“Hari ini ada ahlinya tokoh Muhammadiyah Pak Haedar Nashir, dari NU ada Gus Sholah, dari NU akan ada lagi pengurusnya resmi tapi masih di MPR,” tandasnya.(yaya)