Kam. Okt 17th, 2019

Masa tanggap darurat Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat diperpanjang

fokusmedan : Masa tanggap darurat Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dan Seram Bagian Barat (SBB) diperpanjang selama 7 hari, terhitung, Kamis (10/10) hingga Rabu (16/10).

Sedangkan Kota Ambon dan Provinsi Maluku sudah mengakhirinya pada Rabu (9/10).

Perpanjangan itu mengingat penyintas masih membutuhkan penanganan darurat pasca gempa 6,5 SR Maluku pada (26/10) lalu.

Termasuk pantauan di lapangan, kebutuhan pengungsi di antaranya kebutuhan dasar, sanitasi, fasilitas air bersih MCK portabel, petugas dan dapur umum, petugas medis, dapur darurat dan upaya psikososial.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyebutkan, penanganan itu seoptimal mungkin terhadap para penyintas.

“Pemerintah dan Pemda telah hadir di tengah-tengah warga terdampak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penanganan penyintas harus menjadi prioritas, penyaluran logistik harus tepat sasaran.

Saat ini BNPB terus melakukan pendampingan kepada Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Malteng, SBB dan Pemerintah Kota Ambon. BNPB juga memastikan pemenuhan kebutuhan dasar yang menjadi perhatian utama, pendampingan psikososial juga penting untuk dilakukan.

Doni menggarahkan, untuk kegiatan penanggulangan bencana harus ditangani seoptimal mungkin.

“Penanganan penyintas harus menjadi prioritas, penyaluran logistik harus tepat sasaran serta kerja sama antar instansi juga harus ditingkatkan untuk menangkal berita hoaks yang dapat menyebabkan kepanikan,” pungkasnya.(riz)