Rab. Okt 16th, 2019

Mau ‘Impor’ Maskapai Asing, Pengamat Ingatkan Jokowi Soal Kedaulatan Negara

fokusmedan : Pengamat penerbangan, Alvin Lie mengatakan rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi kesempatan bagi masuknya maskapai asing bertentangan dengan aturan. Rencana tersebut bertentangan dengan azas cabotage (kedaulatan negara) dan UU Nomor 1 Tahun 2009.

Sesuai dengan azas cabotage dan UU 1/ 2009 tentang Penerbangan, kepemilikan saham asing dalam perusahaan yang bergerak dalam bisnis angkutan udara adalah maksimal 49 persen.

“Silakan simak UU nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan pasal 108. Kemudian Perpres 44 tahun 2016 tentang bidang investasi yang ditutup atau terbuka dengan persyaratan, itu di lampiran 3 itu ada di sana,” kata dia kepada merdeka.com, Selasa (11/6).

Sejauh ini tidak ada negara yang mengizinkan maskapai asing melayani rute domestik. Amerika yang dikenal sebagai negara liberal sekalipun tidak mengizinkan hal demikian. Kalau pun ada maskapai asing yang beroperasi, maka maskapai tersebut harus berbadan hukum Indonesia.

“Kalau mengizinkan maskapai asing melayani rute domestik berarti pemerintah telah menggadaikan kedaulatan kita. Negara mana pun di dunia termasuk Amerika yang paling liberal itu tidak mengizinkan maskapai asing melayani rute domestiknya. Kalau (rute) internasional silakan. Kalau domestik coba negara mana yang mengizinkan? Tidak ada satu pun negara yang mengizinkan,” paparnya.

Sebagai contoh, Alvin menyebut Air Asia. Maskapai asal negeri Jiran tersebut dapat beroperasi di rute domestik Indonesia lantaran berbadan hukum Indonesia dengan porsi kepemilikan Indonesia lebih besar.

“Airasia kan Airasia Indonesia beda, badan hukumnya Indonesia. Itu beda sama airasia di Malaysia. Seperti juga Thai Lion. Namanya Lion, tapi pemiliknya mayoritas Thailand. Batik Malaysia memang manajemennya dari Indonesia tapi pemiliknya mayoritas Malaysia juga,” tandasnya.

Sebelumnya, dikutip dari merdeka.com,  Presiden Joko Widodo ( Jokowi) berencana untuk akan mengundang maskapai asing untuk membuka rute domestik, sehingga konsumen nantinya bisa memiliki lebih banyak pilihan. Selain itu, maskapai juga semakin efisien, sehingga berdampak terhadap harga tiket pesawat yang semakin terjangkau.(yaya)