Meski rudal jatuh dekat Rusia, Putin tetap dukung Korea Utara

fokusmedan : Rudal balistik terbaru Korea Utara rupanya mendarat sekitar 60 mil dekat wilayah Rusia. Namun, sebagai sekutu dekat, Negeri Beruang Merah ini rupanya tidak marah atas tindakan tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengimbau negara lain untuk tidak mengintimidasi sekutunya itu. Meski demikian, dia tetap menyebut peluncuran misil itu berbahaya.

Berbicara di China, Putin menyebutkan solusi perdamaian harus terus dilaksanakan demi meredakan ketegangan di Semenanjung Korea.

“Saya mengonfirmasi, kami sebetulnya menentang perluasan klub negara nuklir, termasuk dengan yang terjadi di Semenanjung Korea. Kami melawan itu dan menganggap hal tersebut kontraproduktif, merusak serta berbahaya,” katanya, seperti dilaporkan stasiun televisi CNN, Selasa (16/5).

Namun, dalam komentar yang ditujukan kepada Amerika Serikat, Putin meminta untuk tidak mengintimidasi Korut.

“Meski sangat berbahaya, namun mengintimidasi Korea Utara sangat tidak bisa diterima,” imbuhnya.

Putin menuturkan, alasan Korut melakukan uji coba rudal tersebut sebagai bentuk pertahanan diri dari ancaman yang ditimbulkan AS dan pengikutnya.

Sementara itu, Profesor Universitas Hawaii Pacific sekaligus mantan Direktur Operasi Pusat Komando Intelijen Bersama Amerika Serikat, Carl Schuster, menyebutkan misil yang diluncurkan Korea Utara Minggu lalu, merupakan peringatan untuk Rusia dan China. Sebab dari penghitungan AS, misil jatuh di perairan yang jaraknya sekitar 60 mil sebelah selatan wilayah Vladivostok, Rusia.

“Rudal itu mengatakan pada Rusia, ‘Saya bisa menyentuhmu’,” tutur Schuster, seperti diberitakan stasiun televisi CNN.

Tak hanya Rusia, Schuster menyebutkan peringatan ini juga berlaku untuk China. Padahal, kedua negara tersebut merupakan sekutu Korea Utara.

“Mereka juga memperingatkan China, ‘Saya tidak peduli apa yang kalian pikirkan, kami mandiri’,” imbuhnya.

Berbeda dengan Rusia, dikutip dari merdeka.com, China malah ikut mengecam tindakan Korut. Padahal, selama ini diketahui kalau Negeri Tirai Bambu merupakan sekutu dekat, dan pemasok ekonomi untuk negara komunis tersebut.(yaya)

Comments are closed.