NASIONAL

Minimnya jumlah penumpang tidak pengaruhi pelaksanaan pengembangan Airport City di kawasan Bandara Kualanamu

fokusmedan : Proyek perluasan pembangunan Airport City di kawasan Bandara Kualanamu diprediksi waktunya melorot dari jadwal yang direncanakan.

Munculnya prediksi itu disebabkan tingginya harga tiket pesawat sehingga jumlah penumpang sedikit dan kondisi tersebut dinilai mempengaruhi pendapatan Bandara Kualanamu.

Namun, prediksi itu justru dibantah pihak PT Angkasa Pura II selaku pemgelola Bandara Kualanamu.

“Meski jumlah penumpang pesawat di Bandara Kualanamu mengalami penurunan drastis, namun untuk program pengembangan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan tidak akan berpengaruh. Hanya saja, bila terjadi pengunduran pengerjaan itu dikarenakan faktor lain,” ungkap Manager Humas Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setyanto kepada fokusmedan.com, Minggu (14/4).

Ia melanjutkan, proyeksi pengembangan dan perluasan Bandara Kualanamu merupakan program kerja manajemen kantor pusat PT Angkasa Pura II.

”Jadi sejauh ini kami belum mendapatkan informasi kapan pelaksanaan perluasan yang dimaksud untuk dilaksanakan. Begitu pun, program perluasan tersebut sudah lama di canangkan sehingga tidak berhubungan langsung dengan kondisi pendapatan PT Angkasa Pura II, namun lebih kepada perubahan waktu pelaksanaannya saja,” pungkasnya.(putra)